"Hasil interogasi awal bahwa pelaku telah terpenuhi niatnya dengan sengaja membeli tiga buah telur ayam seharga Rp 5.000," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (11/1/2014).
Arianto nekat melempar telur karena dia merasa benci dengan perbuatan Anas yang melakukan korupsi. "Dikarenakan benci atas perbuatan saudara Anas yang korupsi," ujar Rikwanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Anas Urbaningrum untuk laporan resmi dari kuasa yang diberikan Anas.
Telur yang dilempar Arianto sempat menyerempet kepala Anas dan jatuh pecah di lantai KPK. Situasi menjadi tidak kondusif, bahkan pagar pembatas di KPK rusak.
Arianto langsung ditangkap tak lama setelah melempar telur. Polisi menyita pecahan kulit telur dan baju tahanan KPK yang terkena lemparan telur sebagai bukti.
(ahy/gah)










































