Anas Urbaningrum dibui di KPK karena tersangkut dugaan gratifikasi kasus Hambalang. Karir politik pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969 ini sepertinya sedang diuji.
Jabatan penting diemban pria lulusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga ini. Mulai dari jabatan Ketua PBHMI hingga Ketua Umum Partai Demokrat.
Berikut lika-liku karir Anas seperti dirangkum detikcom, Sabtu (11/1/2014):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ketua PB HMI
|
|
Tim Tujuh dipimpin oleh Ryaas Rasyid dengan anggota lainnya yakni Affan Gaffar, Andi Mallarangeng, Djohermansyah Djohan, Luthfi Mutty, dan Ramlan Surbakti. Tim ini menghasilkan rancangan paket undang-undang pemilu.
Anas juga masuk dalam Tim Sebelas atau Panitia Persiapan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum pada 3 Februari 1999. Tim yang dipimpin oleh Nurcholish Madjid, ini terdiri dari Adi Andojo Sutjipto, Adnan Buyung Nasution, Affan Gaffar, Andi Mallarangeng, Eep Saefulloh Fatah, Kastorius Sinaga, Miriam Budiardjo, Mulyana W. Kusumah, dan Rama Pratama.
Tim itu bertugas memverifikasi pemenuhan syarat administratif partai dalam untuk mengkuti pemilu. Kemudian tim ini mengumumkan 48 partai yang berhak mengikuti pemilu 1999.
2. Anggota KPU
|
|
Tugas KPU Anas cs saat itu yakni melaksanakan pilpres secara langsung. Pelaksanaan itu merupakan yang pertama di Indonesia. Pada 8 Juni 2005, Anas kemudian mengundurkan diri dari KPU. Di tahun itu juga, Anas bergabung dengan Partai Demokrat sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah.
3. Anggota DPR
|
|
Anas lalu mundur dari DPR karena ikut dalam bursa pemilihan ketua umum PD pada 23 Juli 2010.
4. Ketua Umum PD
|
|
Pada putaran pertama, Anas unggul dengan 236 suara dari Marzuki Alie yang memperoleh 209 suara dan Andi Mallarangeng 82 suara.
Pemungutan pada putaran kedua pun dilakukan karena tidak ada kandidat yang memperoleh suara lebih dari 50 persen.
Pada putaran ini, Anas unggul dengan perolehan 280 suara. Marzuki Alie memperoleh 248 suara, sementara dua suara dinyatakan tidak sah.
5. Keluar dari Demokrat
|
|
'Gelar' Anas ini disebut-sebut berasal dari 'nyanyian' mantan Bendahara PD Nazaruddin. Lewat salah satu survei juga disebutkan anjloknya elektabilitas PD hingga 8 persen. Presiden SBY pada 4 Februari 2013 menyatakan akan turun tangan menangani Partai Demokrat dalam konferensi pers di Jeddah.
6. Ditahan KPK
|
|
Halaman 2 dari 7











































