Dikira Siap-siap 'Menggerakkan'
|
|
"Kalau kita (Jokowi dan Megawati)keseringan ketemu beliau, ada yang merasa...," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1). Jokowi tak meneruskan kalimatnya.
Menurutnya, undangan makan siang pun bisa menimbulkan dugaan bermacam-macam. Tak hanya mengundang Megawati, dugaan itu juga bisa muncul saat dirinya mengundang para petinggi partai moncong putih itu.
"Kalau saya misalnya, saya ngundang makan beliau-beliau yang lain di DPP misalnya, nanti ada yang ngomong, 'wah ini sudah siap-siap ini, 'menggerakkan'," ungkapnya.
Saya Ini Serba Benar atau Serba Salah?
|
|
"Saya kan pada posisi yang serba benar atau serba salah ya? Haha..," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Selasa (7/1).
Jokowi mengaku terbiasa menjalin silaturahmi dengan siapa saja. Mulai dari duta besar, pedagang kaki lima atau warga.
"Lha kita kan dengan siapapun menjalin silaturahmi ntah itu dengan dubes, dengan PKL, warga. Semuanya," jelasnya.
Bila Bertemu Bicarakan Makanan di Meja
|
|
"Ya makanan apa yang ada di meja. Kalau kacang, ya soal kacang. Misalnya ini kok kacangnya besar-besar," kata Jokowi sambil memegang kacang yang dihidangkan di meja seraya tertawa kecil.
Hal ini disampaikan saat dirinya berkunjung ke redaksi Trans TV di Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (9/1).
Ketika ditanyai lebih lanjut tentang kemungkinan membicarakan pilpres 2014, Jokowi masih berkilah. "Ya nggak, hanya itu. Yang ada di meja. Nggak ada soal pilpres," jawabnya.
Rumah Dekat, Jadi Wajar ke Mana-mana Dengan Bu Mega
|
|
"Beliau itu ketum saya. Rumahnya dekat juga. Kalau ke mana-mana dengan beliau ya wajar," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Selasa (7/1).
Tak hanya itu, Jokowi juga mengaku dirinya terbiasa menjalin silaturahmi dengan siapapun. Mulai dari duta besar, pedagang kaki lima, atau warga.
"Lha kita kan dengan siapapun menjalin silaturahmi ntah itu dengan dubes, dengan PKL, warga. Semuanya," katanya.
Halaman 2 dari 5











































