4 Kisah Tersembunyi Jolly, Pegawai Bank yang Larikan Uang Rp 7,7 Miliar

4 Kisah Tersembunyi Jolly, Pegawai Bank yang Larikan Uang Rp 7,7 Miliar

- detikNews
Sabtu, 11 Jan 2014 05:52 WIB
4 Kisah Tersembunyi Jolly, Pegawai Bank yang Larikan Uang Rp 7,7 Miliar
Jakarta -

1. Beli Mobil

Di rumah kontrakan Jolly, polisi mengamankan mobil Daihatsu Terios silver bernopol DB 1074 EF dan satu unit motor. Belum diketahui kapan dan di mana, ia membeli mobil dan sepeda motor tersebut. Namun menurut polisi, kendaraan itu dibeli dengan cara cash.

Koper berisi uang diamankan dari mobil tersebut. Jumlahnya uang yang tersisa belum dihitung. "Uangnya dibawa terus dan disimpan dalam mobil yang dibelinya," kata Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Djeffry Lasut.

2. Pembantu

Selama dalam pelarian, Jolly dapat leluasa mencari makan dan membelanjakan uang karena dibantu seseorang berinisial JP alias John. Pria ini ditangkap lebih dulu. Persembunyian Jolly diketahui dan akhirnya dapat ditangkap dengan mudah.

"JP membantu tersangka menyiapkan keperluan tersangka seperti motor, mobil, termasuk membelikan makanan selama dalam persembunyian," kata Lasut.

3. Nge-kos 2 Hari

Agar jejaknya tidak terendus, Jolly berpindah-pindah tempat. Dia sempat singgah di Desa Teterusan, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, dan menyewa tempat kos seharga Rp 1,5 juta per bulan. Tapi hanya ditinggali 2 hari.

Jolly juga mengontrak rumah di Perum Tamara Kelurahan Paniki Kecamatan Mapanget Manado seharga Rp 15 juta per bulan. Belum lama tinggal, keberadaannya diketahui polisi setelah 'pembantu'-nya, JP alias John, ditangkap.

4. Motif

Polisi masih mengembangkan kasusnya. Selain soal siapa saja yang ikut terlibat, juga motif pelaku melarikan uang. "Nanti kita akan konfirmasikan secara berjenjang," terang Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik.

Sedangkan pihak BNI hanya menyebut aksi Jolly itu dipengaruhi orang luar. "Untuk selanjutnya, kami serahkan ke polisi untuk pengusutannya," kata Pemimpin BNI Wilayah Manado Hermita.

Beredar kabar, Jolly nekat membawa kabur uang dalam jumlah fantastis karena kecewa dengan kantornya. Bisa karena gaji atau persoalan lain.
Halaman 2 dari 5
(try/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads