Pelaku Pencurian di Garut Didor, Diduga Terkait Penembakan Briptu Nurul

Pelaku Pencurian di Garut Didor, Diduga Terkait Penembakan Briptu Nurul

Mansyur Hidayat - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2014 03:32 WIB
Garut - Pelaku pencurian dan kekerasan yang diketahui berinisial Ib (36) tewas ditembak anggota Resmob Polres Garut Jawa Barat. Pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku penembakan anggota Polsek Klapanunggal, Briptu Nurul Affandi.

"Ya, kami masih melakukan penyidikan, tetapi ada kemungkinan pelaku ini diduga ada keterkaitan dengan pelaku penembakan anggota polisi di Bogor," ujar Kapolres Garut, AKBP. Arif Rachman, di lokasi, Sabtu (11/1/2014).

Polisi menembak pelaku pada Sabtu (11/1) dini hari, di Jalan Raya Suherman, Kampung Ciateul, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul Garut. Sebelumnya pelaku sempat bergumul dengan anggota Resmob yang melakukan pengejaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan itu bermula saat anggota Polsek Leles, menemukan Ib sedang mengincar calon korbannya saat akan ditangkap. Pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motor menuju kawasan kota Garut, kemudian anggota Polsek Leles melakukan koordinasi dengan anggota Resmob Polres Garut yang selanjutnya melakukan penghadangan di sekitar jalan Suherman. Saat dihentikan petugas, pelaku tancap gas dan dikejar anggota Resmob.

"Setelah dihadang, pelaku malah terus melarikan diri hingga akhirnya berhasil dipepet petugas, pelaku terjatuh, namun masih terus melawan hingga terjadi pergumulan sengit dipematang sawah," ungkap Arif.

Lanjut Arif, karena sudah dinilai membahayakan petugas dan tidak ingin buruannya melarikan diri, petugas langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Akan tetapi tembakan peringatan tersebut masih tak diindahkan pelaku dan petugas akhirnya menembak pelaku tepat di bagian badan hingga tewas.

"Tidak ada pilihan lain, setelah tembakan peringatan tak diindahkan pelaku, kami terpaksa menembak pelaku hingga tewas," ucapnya.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan satu unit sepeda motor yang tak memiliki surat-surat lengkap, satu buah badik, kunci leter T (astag) khusus untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor, satu buah telepon genggam serta beberapa lembar mantra yang ditulis dalam kertas.



(ega/ega)


Berita Terkait