Hasyim Mengaku Waktunya Tersita untuk Bela Gus Dur

Hasyim Mengaku Waktunya Tersita untuk Bela Gus Dur

- detikNews
Senin, 29 Nov 2004 13:52 WIB
Boyolali - Hasyim Muzadi kembali melontarkan alasan bahwa kegagalannya menyelesaikan seluruh program kerja yang diamanatkan kepadanya adalah karena waktunya banyak tersita untuk membela Gus Dur. Dia juga mengklaim kemenangan PKB di Jawa Timur adalah karena jerih payahnya.Hal itu disampaikannya dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) PBNU di hadapan peserta Muktamar NU ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (29/11/2004). Dikatakannya, dua tahun pertama kepemimpinan seharusnya dia berkonsolidasi ke tingkat wilayah dan cabang, namun di saat yang sama harus membela Gus Dur yang saat itu posisinya sebagai presiden digoyang parlemen."Saat itu ada dilema besar karena melakukan dinamisasi massa akan berisiko pada kekerasan. Akhirnya terbukti ketika warga NU Banyuwangi melakukan pemblokiran di Pelabuhan Ketapang, aksi-aksi di Pantura, jatuhnya korban di Pasuruan dan istighotsah di Parkir Timur Senayan yang dibarengi dengan lempar jumrah," paparnya.Dia lalu mengakui tugas melakukan institusional building yang dibebankan kepadanya baru berjalan 30 persen. Selanjutnya tanpa disertai permitaan maaf, dengan enteng dia mengatakan agar pengurus yang akan terpilih dalam muktamar kali ini agar merampungkannya.Dia juga menyampaikan laporan bernada pembelaan dan kejengkelan lainnya. Antara lain, ketika PBNU mengadakan pertemuan seluruh polisi NU dari berbagai partai, dia mengaku dikritik PKB. Hal itu terjadi setelah dia bertemu Hamzah Haz, Ketua Umum PPP."Karena salaman itu saya dinilai sudah pindah ke PPP. Sepertinya saya dilarang salaman dengan siapa pun. Padahal semua orang Jawa Timur tahu bahwa Hasyim Muzadi telah memenangkan PKB di Jawa Timur," katanya dengan nada tinggi.Hasyim Bantah Politisasi NU Ada lagi pembelaannya tentang tuduhan politisasi. Dia menilai bahwa siapapun pengurus NU boleh mencalonkan diri sebagai pejabat politik asal kemudian non-aktif. Tapi, kata Hasyim, orang yang tidak suka tetap mengatakannya politis dan menyeret NU ke kancah politik praktis."Tapi ketika saya dan NU membela Gus Dur sebagai presiden dan ketika saya berkampanye ke berbagai daerah untuk PKB sama sekali tidak dianggap politis. Akhirnya semua dapat dilihat bahwa tuduhan-tuduhan itu terjadi karena kepentingannya saja," kilah Hasyim. (asy/)


Berita Terkait