Bentuk Tim Lobi, Kiai Kultural Dukung Duet Gus Dur-Gus Mus

Bentuk Tim Lobi, Kiai Kultural Dukung Duet Gus Dur-Gus Mus

- detikNews
Senin, 29 Nov 2004 13:22 WIB
Solo - Para kiai dan warga NU yang menolak politisasi menyepakati sebuah resolusi. Intinya mendukung Gus Dur dan Gus Mus untuk berpasangan sebagai rais am dan ketua umum PBNU periode 2004 - 2009. Mereka juga akan mengirim tim khusus untuk menemui KH Sahal Mahfudh, Gus Mus, dan Hasyim Muzadi.Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang diadakan para kiai kultural yang digelar di Hotel Novotel, Solo, Senin (29//11/2004). Dalam resolusi yang ditandatangani oleh 28 ulama tersebut disebutkan bahwa selama lima tahun para pengurus struktural telah menggunakan NU untuk politik praktis dan kepentigan sesaat.Untuk menghindari keterpurukan NU, maka perlu dikeluarkan resolusi yang meminta kepada seluruh peserta Muktamar NU ke-31 untuk menjaga dan mewujudkan NU dalam khittahnya, memperjuangkan kebangsaan serta akhlaqul kharimah dan selalu dekat dengan kulturnya.Selain itu, para muktamirin juga diminta menjadikan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai rais am serta KH Mustofa Bisri atau Gus Mus sebagai ketua umum PBNU untuk periode 2004 -2009. Sedangkan kepada Gus Dur dan Gus Mus, diminta untuk bersedia dan tidak merangkap jabatan di kancah politik praktis.Ikut membubuhkan tanda tangan dalam resolusi tersebut, antara lain KH Abdullah Faqih dari Tuban, KH Hamdam Kholid dari Kalsel, KH Sanusi Baco dari Sulsel, Tuan Guru Turmudzi dari Lombok, KH Muhaiminan Gunardo dari Temanggung, dan lain-lainnya.Selain itu, pencetus resolusi juga akan mengirim utusan untuk menemui KH Sahal Mahfudh, Gus Mus dan Hasyim Muzadi. "Nanti yang diutus sekitar empat kiai sepuh yang memiliki pengaruh kuat di NU. Intinya adalah melakukan lobi tapi apa yang akan dibicarakan tunggu saja nanti. Pokoknya yang penting adalah happy ending," ujar Zaim Achmad Ma'shum, pemandu acara.Gus Zaim hingga saat ini masih yakin bahwa perbedaan sikap yang terjadi dalam muktamar kali ini belum akan berakibat pada kerugian bagi NU. Menurut dia, dalam sejarah NU, meskipun terjadi pertentangan sekeras apa pun ujungnya pasti happy ending. "Entah nanti di saat-saat last time ataupun di saat injury time. Resolusi ini juga bagian dari proses itu," lanjutnya.Langitan Bantah Dukung HasyimPada kesempatan yang sama, putra KH Abdullah Faqih yakni Ubaidillah Faqih memberikan bantahan terhadap adanya pemberitaan yang mengatakan bahwa ayahnya ikut dalam barisan tokoh yang mendukung terpilihnya kembali Hasyim Muzadi sebagai ketua umum PBNU."Saya diutus ayah saya untuk mewakili agar memberikan klarifikasi. Beliau sama sekali tidak mendukung pencalonan Pak Hasyim (Muzadi), bahkan beliau sejauh ini telah menyatakan agar Pak Hasyim tidak mencalonkan kembali. Jadi pemberitaan yang mengatakan bahwa beliau mendukung Pak Hasyim itu tidak benar," ujar lelaki yang akrab disapa Gus Ubed tersebut. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini