Ngeri, 7 Kuintal Paku Dipungut dari Jalanan Jakarta

Ranjau Paku di Jakarta

Ngeri, 7 Kuintal Paku Dipungut dari Jalanan Jakarta

Hardani Triyoga - detikNews
Jumat, 10 Jan 2014 16:39 WIB
Ngeri, 7 Kuintal Paku Dipungut dari Jalanan Jakarta
Operasi ranjau paku di salah satu ruas jalan di Jakarta. (foto - detikcom)
Jakarta - Pada saat mulai aktif membantu Abdul Rohim di Komunitas Sapu Bersih, Siswanto harus menghadapi kebingungan sang istri. Karena sering keluar malam, dan jarang berkumpul dengan keluarga saat hari libur kerja sang istri pun tak mendukung kegiatan tersebut.

Namun, karena tujuannya positif secara perlahan sang istri mendukung. “Istri kaget, bingung dan banyak tanya. lama-lama ya bisa terima kalau paku di jalanan saya bawa ke rumah terus dijual lagi,” kata Siswanto sambil tertawa saat dihubungi detikcom, Kamis (9/1) kemarin.

Siswanto yang merupakan salah satu pendiri Komunitas Sapu Bersih mengaku ada rasa kepuasan tersendiri kalau kerja kerasnya membersihkan paku di jalanan bisa membantu masyarakat. Tenaga, uang, dan waktu yang terbuang seperti tidak terasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya selama lima jam dari pukul sebelas malam hingga pukul tiga dini hari, ia bisa mengumpulkan minimal tiga kilogram paku dari jalanan. Selama dua tahun lebih menyisir jalan dia sudah mengumpulkan paku lebih dari 700 kilogram atau 7 kuintal paku.

“Puasnya berbeda kalau banyak yang terkumpul. Gantian aja sama pak Rohim. Kalau saya mau kerja ada teman lagi yang menggantikan,” kata dia.

Pengalaman dia kalau telat menyisir paku di jalanan bakal menelan korban sepeda motor yang mengalami ban bocor. Ia mengaku pernah menyapu pada pukul lima pagi. Namun, siangnya masih ada sedikit meski tidak terlalu banyak karena tukang tambal ban punya akal ketika jalanan bersih dari paku.

Biasanya kotak korek api kayu dijatuhkan temannya sedikit demi sedikit yang naik sepeda motor. "Bukan paku aja sih. Ada pecahan kaca yang tajam. Paku-paku kecil yang jumlahnya sedikit ditaruh di kotak korek kayu," kata dia.

Pengalaman yang menegangkan ketika saat menyisir jalanan dari jembatan layang Roxy, Monas, dan Jalan Majapahit. Dia dikuti pelaku penyebar ranjau. Bila jembatan layang sudah dibersihkan, para pelaku menggiring Siswanto agar ke Monas karena mereka membuang ribuan paku di sana.

Tapi, setelah Monas di sisir dan dibersihkan, pelaku kemudian membuang kembali ke Jalan Majapahit. Karena kesal melihat Siswanto yang pantang menyerah, ia ditabrak sepeda motor oleh pelaku. Tapi, buru-buru, Siswanto melompat untuk menghindari tabrakan. Wal hasil kakinya banyak mengeluarkan darah karena terkena gesekan aspal jalan.

“Ya itu risiko. Saya kucing-kucingan sama mereka. Tapi, hari itu saya ngumpulin 10 kilogram paku,” kata ayah tiga anak ini.

(hty/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini