"Bu Mega dan Jokowi kan bagaimanapun dua sisi mata koin (tak bisa dipisahkan/saling mengisi, red). Termasuk Ganjar, Rano mereka berasal dari sumber yang sama yaitu Bung Karno," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto di DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jaksel, Jumat (10/1/2014).
Menurut Hasto, meski Jokowi selalu unggul dalam survei, namun tidak serta merta dideklarasikan sebagai capres apalagi sebelum Pileg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah Megawati tak akan maju sebagai capres?
"Belum ada kepastian dalam konteks siapa yang diusung, tapi rakernas telah menegaskan ini adalah periode transisional yang tidak ringan," jawab Hasto.
Hasto menyebut masalah konsep bangsa jauh lebih penting dari sekedar menentukan siapa yang akan ditunjuk sebagai capres.
"Indonesia sangat strategis dalam geo politik, tapi ke dalam kita lihat tak ringan. Ada banyak masalah, kasus MK, nilai tukar rupiah, kemudian soal toleransi, bahkan saat ini SBY sudah keluarkan surat hutang negara USD 4 miliar. Ini persoalan pemerintah ke depan," ucapnya.
"Kita nggak perlu tergesa-gesa, toh masih ada waktu. Kalau setelah Pileg bagaimana seluruh jajaran partai agar bergotong royong bersama rakat," imbuhnya.
(bal/fdn)
