Buntut Rusuh TPST Bojong, 5 Investor Sampah Mundur
Senin, 29 Nov 2004 12:14 WIB
Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menggelar jumpa pers terkait Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Bogor. Sutiyoso tak henti-hentinya bicara dengan nada tinggi.Sutiyoso memang patut kesal. Pasalnya, karena kisruh di Bojong Senin pekan lalu, 5 investor bidang pengolahan sampah, mundur teratur. "Dua investor asing dan tiga domestik mundur," kata Sutiyoso dalam jumpa pers di Balaikota DKI Jakarta, Jl.Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (29/11/2004).Dijelaskan, investor asing rencananya akan membangun tempat pengelolaan sampah di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan investor domestik akan mengadakan kerjasama untuk membangun pengelolaan sampah dengan pemda sekitar Jakarta yaitu Kab Bogor (PT WGS), Kab Bekasi (PT PBB), dan Kab Kerawang (PT Cikelor Mandiri)."Saya sungguh menyesalkan adanya tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok masyarakat terhadap rencana uji coba pengolahan sampah di TPST Bojong. Uang Rp 115 miliar hilang akibat pengrusakan ini," keluh Sutiyoso. Pengelola TPST Bojong adalah PT Wira Guna Sejahtera (WGS)."Tindakan anarkis itu menimbulkan kekhawatiran para investor untuk menanamkam modalnya di Indonesia," sambungnya.Sutiyoso juga menekankan bahwa operasi TPST Bojong tetap akan diteruskan meski menuai protes. "Tentu saja akan diteruskan, mau buang sampah ke mana lagi? Kalau tidak berhasil, kita siap tidur di atas sampah," demikian Sutiyoso yang dalam jumpa pers didampingi Kepala Dinas Kebersihan Pemrov DKI Slamet Limbong dan Dirut PT WGS Sofyan Hadiwijaya.
(nrl/)










































