Tersangka kasus korupsi Proyek Hambalang ini menceritakan beberapa hari ada di luar kota. Suami Athiyyah Laila itu melakukan kegiatan mulai dari pertemuan dengan rekan-rekannya di Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI)
hingga sowan ke orang tua di Blitar Jawa Timur.
Berikut 3 kesibukan Anas di luar kota saat mangkir dipanggil KPK:
1. Pertemuan dengan PPI
|
|
"Beberapa hari ini saya tidak di Jakarta. Sejak Selasa dini hari, saya ada kegiatan di luar kota. Beberapa yang penting adalah silahturahim bertemu dengan sahabat pergerakan di daerah," kata Anas saat jumpa pers dengan awak media di kediamannya di Jalan Teluk Semangka, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2014).
PPI adalah organisasi bentukan Anas Urbaningrum. Anas membentuk ormas ini setelah meletakkan jabatannya sebagai Ketua Umum. Beberapa anggota PPI adalah kader PD.
Anas kini sibuk membesarkan ormasnya. Ia bahkan siap membangun dan menyebarluaskan organisasinya andaikan dijebloskan ke bui kelak.
"Memikirkan cabang-cabang PPI di rutan-rutan," kata Firman Wijaya, pengacara Anas di rumah Anas di Duren Tiga, Jaktim, Selasa (7/1/2014).
2. Sowan ke 'Jimat Hidup'
|
|
"Sahabat-sahabat sekalian memang beberapa hari ini saya tidak di Jakarta. Sejak selasa dini hari saya ada kegiatan di luar kota. Beberapa yang penting adalah silaturahim, bertemu dengan sahabat-sahabat pergerakan di beberapa daerah dan kemarin alhamdulillah saya berkesempatan untuk sowan ibu di Blitar. Karena sowan itu saya anggap sesuatu yang penting," ujar Anas dalam jumpa pers di kediamannya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2014).
Anas jumpa pers dengan gaya lesehan dan didampingi puluhan pendukungnya. Anas mengenakan kemeja putih dan sarung.
Anas juga mengaku sowan ke bapak dan ibu mertuanya. Dua-duanya dianggap orang yang berharga.
"Orangtua saya anggap 'jimat hidup'," tutur Anas.
Anas juga berterima kasih atas kehadiran sahabat-sahabatnya yang datang ke kediamannya akhir-akhir ini. Karena dicari-cari wartawan, Anas akhirnya menggelar jumpa pers hari ini.
"Banyak yang tanya Anas di mana. Saya sesungguhnya tidak ada rencana menggelar konferensi pers. Tapi karena dicari beberapa hari dan makin banyak sahabat wartawan yang hadir di Duren Sawit, tidak sopan bila saya tidak menyapa. Kalau saya melayani satu-satu waktunya tidak memungkinkan. Lebih baik seperti ini biar memperoleh yang sama, keterangan yang sama," ucap mantan Ketum PB HMI ini.
3. Rapat dengan Tim Pengacara
|
|
"Saya sampaikan saya sesungguhnya tidak mangkir. Yang saya lakukan sesuai rapat tim penasihat hukum mmeberikan advis saran bahwa surat panggilannya itu harus ditanyakan apa maksudnya karena ada frase tersangka kasus gratifikasi proyek Hambalang," ungkap Anas.
Demikian disampaikan Anas dalam jumpa pers di kediamannya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2014).
"Yang saya tahu maksudnya, dulu menerima mobil Harrier katanya dan atau proyek-proyek lainnya. Sebagai orang yang awam hukum, saya tanya kanan kiri apa kira-kira ini. Saya tanya ada yang menjawab belum pernah ada bunyi sprindik seperti ini biasanya dalam hukum sprindik itu jelas. Disangkakan melakukan tindak pidana apa mesti jelas karena terkait pasal sangkaan," kata dia.
Anas mengaku bingung dengan apa yang disebut-sebut"dan atau proyek-proyek lainnya.
"Saya ingin menegaskan itu bukan berarti Anas melawan KPK. Jadi tidak benar kalau itu dibangun persepsi Anas melawan KPK. Yang ada Anas ingin kerjasama dengan KPK untuk menemukan keadilan," kata Anas yang mengenakan kemeja warna putih dan sarung ini.
Halaman 2 dari 4










































