Terminal Lebak Bulus Ditutup, Sopir Angkot Mengeluh Penghasilan Turun Drastis

Terminal Lebak Bulus Ditutup, Sopir Angkot Mengeluh Penghasilan Turun Drastis

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 10 Jan 2014 11:46 WIB
Terminal Lebak Bulus Ditutup, Sopir Angkot Mengeluh Penghasilan Turun Drastis
Jakarta - Sopir angkutan dalam kota juga akan mengalami kerugian bila terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ditutup. Sebanyak 3 ribu angkutan kota terancam kehilangan penumpang hingga 70%.

"Kalau AKAP tutup, jumlah penumpang turun nggak main-main bisa sampai 70%. Mereka cari Rp 40 ribu sehari sudah setengah mati. Kalau hilang bagaimana?" kata Ketua Koperasi Karyawan Angkutan Bara Raya, Ody Walangitan di Lebak Bulus, Jumat (10/1/2014).

Ody menuturkan saat ini ada 3 ribu angkutan dalam kota yang melayani 10 trayek. Ody kini menggalang massa untuk melakukan aksi seperti yang sebelumnya sudah dilakukan oleh karyawan bus AKAP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ody, penutupan terminal AKAP ini sebenarnya hanya awal. Ia khawatir, terminal angkutan dalam kota akan menjadi korban "penggusuran" selanjutnya.

"Kita jelas-jelas menolak AKAP ditutup, nanti kami bisa-bisa collapse, bahkan tutup dengan sendirinya. Ini akal-akalan saja, sebenarnya mau ditutup semua," ucapnya tegas.

Ody juga menyayangkan pihak Pemprov DKI yang tidak mengajak para sopir angkot dalam sosialisasi maupun diskusi. Menurutnya, sikap pemerintah kontradiktif karena membangun angkutan umum baru berupa MRT tanpa memperhatikan moda lainnya.

"Katanya mau mengajak masyarakat pindah dari mobil pribadi ke angkutan umum, tapi ini angkot-angkot malah mau dibiarkan mati," keluhnya.

Akibat adanya aksi penolakan terkait penutupan terminal AKAP Lebak Bulus dari para karyawan perusahaan otobus (PO) dan pedagang, rencana penutupan tersebut kemudian ditunda.

Pembongkaran terminal Lebak Bulus dilakukan untuk pembangunan stasiun MRT rute Bundaran HI-Lebak Bulus. Berdasarkan jadwal pembangunan oleh PT MRT, batas penutupan pada tanggal 15 Januari 2014.

(fdn/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini