23 Ribu Guru Bantu di Jatim Ancam Boikot Ujian CPNS

23 Ribu Guru Bantu di Jatim Ancam Boikot Ujian CPNS

- detikNews
Senin, 29 Nov 2004 11:27 WIB
Surabaya - Sebanyak 23.000 guru bantu di Jatim mengancam akan memboikot pelaksanaan ujian CPNS jika ujian yang dijadwalkan 2 Desember 2004 gagal digelar. Sebelumnya, ujian dijadwalkan 24 November, namun ditunda karena proses cetak soal ujian belum selesai. "Kita berusaha dialog dengan gubernur. Jum'at lalu, surat sudah kita kirim namun hingga sekarang tidak ada jawaban. Alasannya karena kesibukan gubernur," ujar Sekretaris Forum Komunikasi Guru Bantu Jatim Sarwianto saat ditenui wartawan di DPRD Jatim, Jl. Indrapura, Jakarta, Senin (29/11/2004). Kedatangan sekitar 30-an perwakilan guru bantu ke DPRD Jatim untuk mengadukan persoalan itu ke Komisi A. Mereka mewakili 23.000 guru bantu yang sebelumnya mengikuti ujian CPNS, 24 November lalu. Menurut Sarwianto, selain boikot, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan class action. "Jadi bayangkan, persiapan yang sudah dilakukan selama 1 bulan, itu saja morat-marit (pelaksanaan ujian CPNS di Jatim). Apalagi, ini ujian susulan yang persiapannya hanya 1 minggu," katanya. Karena itu, kata Sarwianto, pihaknya khawatir pelaksanaan CPNS akan kembali gagal dilaksanakan sesuai jadwal. "Kita ingin dialog dengan gubernur. Jadi kegagalan kemarin itu tidak cukup dengan minta maaf karena nama Jatim sudah tercoreng. Kalau gagal lagi, ya kemungkinan boikot atau class action akan kita lakukan," tandasnya. Pada kesempatan terpisah, Gubernur Jatim Imam Utomo memastikan ujian CPNS akan berlangsung 2 Desember 2004. Proses percetakan naskah ujian sudah selesai dilakukan PT Temprina. "Siang ini 13 kabupaten/kota akan menerima. Paling lambat 30 November, semua naskah sudah sampai ke seluruh kabupaten/kota di Jatim," kata Imam usai mengikuti Upacara HUT Korpri ke-33 di Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo. (rif/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini