3 Gaya Lesehan Anas Saat Cuap-cuap Kasus

3 Gaya Lesehan Anas Saat Cuap-cuap Kasus

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 10 Jan 2014 10:23 WIB
3 Gaya Lesehan Anas Saat Cuap-cuap Kasus
Jakarta - Eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum punya gaya khas saat memberikan keterangan seputar kasus dugaan korupsi yang melilitnya. Ia lebih suka duduk santai lesehan sambil berbincang-bincang.

Anas sangat terbuka dan ramah menerima kehadiran wartawan yang terus setia menanti keterangannya soal kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Suami Athiyyah Laila ini bersama-sama wartawan duduk beralas karpet.
Suasana pertemuan tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang ini dan awak media sangat cair. Anas menjelaskan secara gamblang semua tudingan yang 'ditembakkan' kepadanya.


Berikut 3 gaya lesehan Anas saat cuap-cuap kasus:

1. Tidak Ingin Seperti di Istana

Puluhan wartawan sudah berkumpul di pendopo kediaman Anas Urbaningrum di Jl Teluk Semangka, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Namun jumpa pers yang seharusnya digelar tertunda karena Anas ingin jumpa pers dilakukan secara lesehan.

"Sementara menunggu lesehan, mohon mundur sedikit. Kalau seperti ini seperti di Istana. Kita mau ngobrol santai, prinsipnya kalau lesehan lebih santai. Kalau kita duduk di bawah semuanya biar guyub," alasan Wakil Ketua PPI Andi Subjakto kepada wartawan yang telah berkumpul di kediaman Anas di Jl Teluk Semangka, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2013).

Saat mengatakan itu, Andi duduk dengan beberapa pendukung Anas menghadap wartawan seperti pemandangan jumpa pers pada umumnya.

Wartawan sempat keberatan dengan permintaan ini dengan berteriak huuu. Hal ini disebabkan mereka sudah menyiapkan kamera dan mikrofon untuk mendengarkan konferensi pers ini. Namun akhirnya wartawan mengikuti permintaan tersebut. "Ini biar lebih santai," kata Andi yang mengenakan kaos berkerah abu-abu ini mengulang pernyataannya.

Bangku-bangku dan meja kemudian dikeluarkan dari ruangan tersebut. Namun hingga saat ini belum terlihat Anas Urbaningrum di ruangan tersebut.

Menurut loyalis Anas, Anas nantinya akan memberikan penjelasan. "Mas Anas langsung yang akan menjelaskan. Akan ada sesuatu yang menghebohkan," kata Gede Pasek Suardika yang keluar dari rumah Anas, Jl Teluk Langsa, Duren Sawit, semalam.

2. Lesehan di Tangga KPK

Setelah 7 jam diperiksa sebagai saksi Hambalang,  Anas akhirnya keluar dari Gedung KPK. Sama seperti pemeriksaan sebelumnya, Anas memilih duduk lesehan di tangga KPK sambil menjelaskan soal pemeriksaannya.

Pantauan detikcom, Rabu (4/7/2012), Anas keluar pukul 16.50 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya Firman Wijaya. Saat keluar dari lift Anas langsung disambut oleh sejumlah petinggi PD yang sejak pagi tidak beranjak dari Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Anas kemudian bersama-sama petinggi Partai Demokrat dan kuasa hukumnya duduk di tangga KPK. Terlihat petinggi PD mulai dari Andi Nurpati, Saan Mustofa hingga I Gede Pasek ikut lesehan di tangga KPK.

Kemudian setelah menjelaskan mengenai materi pemeriksaan, dengan bantuan pengawalan polisi Anas berjalan menuju mobil Innova hitam bernopol B 1584 TOM yang sudah menunggunya.

Anas mendapat sambutan hangat dari pendukungnya usai diperiksa KPK terkait kasus Hambalang. Anas mendapat teriakan penuh semangat, "Hidup Anas! Hidup Anas!"

Sebelum teriakan itu muncul, Anas memenuhi janjinya untuk lesehan di tangga Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2012). Anas ditemani politisi PD seperti Andi Nurpatti dan Saan Mustopa.

Anas yang mengenakan batik coklat menyatakan dia dikonfirmasi apakah pernah bertemu pihak Adhi Karya. Anas menjawab tidak pernah bertemu kontraktor proyek Hambalang itu.

Anas juga mendorong KPK untuk segera menuntaskan kasus Hambalang. Sebab setelah itu KPK bisa segera menindaklanjuti kasus korupsi lainnya.

Usai memberikan keterangan singkat, Anas langsung menuju mobilnya. Anas tidak mengindahkan pertanyaan yang diajukan wartawan yang terus membuntutinya.

Sementara puluhan simpatisan yang mengenakan baju biru berteriak-teriak mendukung Anas.

"Hidup Anas, hidup Anas!" teriak suporter.

3. Lesehan Usai Antar Istri

Di sela-sela mengantar sang istri Athiyyah Laila, Anas Urbaningrum menggelar 'konferensi pers' dadakan sambil lesehan di tangga KPK. Anas dengan sabar menjawab tudingan kasus korupsi terhadapnya.

Dulu, sosok Anas Urbaningrum cenderung bungkam jika ditanya mengenai kasus hukum yang dikaitkan dengannya . Kini, Ketua Umum Partai Demokrat ini mulai berubah. Anas bahkan mau keluar untuk menemui wartawan dan membuat 'konferensi pers' dadakan di tangga KPK.

Pengamatan detikcom, Kamis (26/4/2012), Anas datang pukul 09.20 WIB untuk mengantar istrinya Attiyah Laila. Berbeda dengan tamu penunggu lainnya yang diminta menunggu di ruang tunggu lantai 1, Anas mengantar sang istri sampai ke dalam. Belum jelas apakah Anas menunggu di salah satu ruang di lantai 1 atau di lantai tujuh, tempat ruang penyelidikan berada.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Anas keluar dari gedung KPK. Didampingi sejumlah kolega dan salah satunya Firman Wijaya, sang kuasa hukum, Anas ramah menyapa wartawan.

Sampai-sampai, Anas rela duduk di tangga tempat keluar masuk saksi dan tersangka dari pemeriksaan KPK.

Anas menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan, meski hampir semua jawaban dia berupa bantahan. Pertanyaan mulai dari keterlibatan istrinya sampai tudingan-tudingan Nazaruddin yang mulai terbukti, dijawab dengan sanggahan.
Halaman 2 dari 4
(aan/nrl)


Berita Terkait