Minta Kepsek Diganti, Siswa & Guru SMUN Unggulan Demo

Minta Kepsek Diganti, Siswa & Guru SMUN Unggulan Demo

- detikNews
Senin, 29 Nov 2004 11:07 WIB
Ambon - Sekitar 300 siswa SMU Negeri 9 Unggulan Ambon, bersama para guru dan orangtua murid, Senin (29/11/2004) siang, melakukan aksi demo di kantor Walikota Ambon,Jl.Sultan Hairun.Tujuan mereka adalah meminta sang Kepala Sekolah (Kepsek) Dra Aan Ruhulessyn untuk melepaskan jabatan karena dinilai melakukan diskriminasi, tidak memperhatikan pengembangan sekolah dan melakukan korupsi terhadap anggaran pembangunan sekolah bernilai ratusan juta rupiah. "Itulah persoalan yang selama ini terjadi di sekolah," ujar Drs Rettob, wakil para guru. Menurut Rettob, akibat perlakuan sang Kepsek, proses pembangunan SMU unggulan tersebut tersendat selama empat tahun pasca konflik. Apalagi sang Kepsek tidak pernah masuk sekolah. "Memang saat konflik SMU 9 terbagi dua wilayah. Satu di wilayah Islam, satunya lagi di Kristen. Tapi sudah dua tahun ini kan kita sudah dapat hidup berdampingan. Bahkan semua sekolah yang terbagi dua sudah disatukan kembali, kecuali SMU unggulan ini," urainya."Apalagi SMU ini kan satu-satunya SMU Unggulan di Ambon. Lalu kalau kondisinya seperti ini terus, bagaimana dengan nasib 500-an siswa yang ada saat ini," sambung Rettob dalam orasinya.Selain tuntutan tersebut, dinyatakan juga, dalam waktu 15 hari, tuntutan tersebut tidak disikapi, maka para pendemo berjanji akan melakukan aksi lebih besar lagi."Jika dalam tempo 15 hari sikap Walikota tidak jelas, maka kami akan kembali lagi dengan cara yang baru dan kekuatan besar," ancam salah seorang pendemo dalam orasinya.Setelah satu jam melakukan orasi, akhirnya para pendemo diterima langsung Walikota Ambon, MJ Papilaja. Menyikapi demo dan tuntutan para siswa, Walikota menyatakan penyesalannya terhadap kepemimpinan sang Kepsek. "Saya turut menyesal dengan sikap Kepsek. Untuk itu akan saya tindak lanjuti tuntutan ini," tegas Walikota di hadapan para tiga perwakilan pendemo.Terkait soal dugaan korupsi, Walikota akan memerintahkan pihak Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kota Ambon untuk mengusutnya. "Jika ditemukan kebenarannya, maka akan saya serahkan kepada prosedur hukum yang berlaku," tandas Papilaja.Papilaja juga berjanji akan memproses penonaktifan sang Kepsek.Aksi ini juga didukung dua organisasi kepemudaan Islam, masing-masing Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon dan Pelajar Islam Indonesia (PII) WilayahMaluku. Sebelumnya, para siswa dan orang tua serta para guru ini melakukan long march dari Masjid Raya Al-Fatah Ambon menuju kantor Walikota Ambon tepat pukul 10.30 WIT.Pantauan detikcom di lapangan, aksi saling dorong dan adu mulut pun sempat terjadi antara aparat kepolisian, Polisi Pamong Praja dan para pendemo saat memasuki kantor Walikota. Bahkan beberapa para pendemo kena pukul. Demo yang berlangsung sekitar dua jam itu akhirnya berakhir dengan tertib. Para pendemo pun kembali melakukan long march ke Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Jl.Sultan Babullah. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads