Mantan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Mangga Besar mengaku trauma dengan penyekapan yang dialaminya. Peristiwa yang terjadi pada 16 Juni 2013 lalu itu membuatnya insaf.
"Saya sekarang insaf, sebulan sejak kejadian itu saya nggak mau ngeladenin klien-klien seperti itu lagi," kata perempuan berusia 25 tahun ini di Mapolsek Tamansari, Jl Blustru, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2014).
Ia mengaku insaf setelah mendapat pencerahan dari seorang guru spiritual. "Saya disuruh berubah. Setelah itu saya berpikir dan memantapkan niat untuk alih profesi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu saya statusnya freelance. Jadi kalau ada yang butuh, saya dikontak," ujar perempuan yang tinggal di Apartemen Taman Palm, Cengkareng ini.
Selama 4 tahun menjadi PSK, baru sekali ia mendapat perlakuan tak menyenangkan. Namun ia tak menyesalkan pengalaman yang justru membuatnya insaf tersebut.
Dimodali oleh suami, ia kemudian berwirausaha dengan membuka warnet dan penyewaan play station. Ia mengaku penghasilannya menurun, namun hal ini tak lantas membuatnya kembali ke profesi lama.
"Rezeki itu kan Allah yang atur. Saya optimis aja," katanya.
Ia mengaku masih sering dihubungi oleh klien lamanya. Namun perempuan tersebut tak goyah.
"Masih banyak yang hubungi, tapi saya tetap keukeuh. Malah saya berharap ada yang insaf ngikutin saya," tutup perempuan ini sambil tertawa.
(kff/tor)











































