"Kami menangkap kelompok preman yang mengacau di Srengseng, modusnya mereka menggunakan kendaraan roda empat, sasarannya pengendara roda dua," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi.
Hal ini disampaikan Hengki saat jumpa pers di kantornya, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada tiga orang lainnya yang masih dalam pencarian polisi. Mereka adalah Rodok, Aldo, dan Semy.
Kelompok ini adalah kelompok yang sama dengan pelaku penyekapan dan penyiksaan tukang kopi di sebuah bedeng dekat Tol Kebon Jeruk. Kasus itu terjadi pada September tahun lalu.
"Ini satu komplotan sama yang nyekap tukang kopi tahun lalu," kata Hengki.
Penangkapan ini dilakukan setelah mereka melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan kepada Ridwan Ruhiyadi. Aksi ini dilakukan di Jalan Baru Taman Aries Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (7/1/2014) sekitar pukul 03.00 WIB.
Ridwan saat itu berkendara motor dengan dua orang teman lainnya yakni Bahriyan Denny dan Maulana. Ketiganya menumpang dua sepeda motor.
Saat sampai di TKP, mereka tiba-tiba dihadang oleh kelompok bermobil itu. Kelompok tersebut kemudian merebut motor dengan menyabetkan parang ke lengan salah satu korban yakni Bahriyan.
Setelah berhasil merebut motor korban, mereka kabur ke arah Kedoya Pilar melewati fly over. Sesampainya di Kedoya Pilar, mereka memberhentikan kendaraan. Di situ rupanya mereka telah diikuti oleh warga.
Komplotan ini pun melarikan diri dan meninggalkan kendaraan mereka. Namun dua dari lima orang tersebut berhasil ditangkap.
(/tor)










































