Iran Tawarkan Bantuan untuk Melatih Polisi Irak
Senin, 29 Nov 2004 10:55 WIB
Jakarta - Pemerintah Iran menawarkan bantuan untuk melatih aparat polisi dan penjaga perbatasan Irak. Tawaran tersebut disampaikan Iran menjelang pertemuan para menteri negara-negara tetangga Irak yang akan diadakan di Baghdad.Belum jelas bagaimana tanggapan pemerintah interim Irak atas tawaran Iran tersebut. Kedua negeri itu terlibat dalam perang sipil tahun 1980-88, yang menewaskan atau melukai hampir satu orang orang di kedua belah pihak. Belakangan, pejabat-pejabat Irak mengritik Iran karena membiarkan perbatasannya dengan Irak terbuka untuk para pemberontak. Iran juga dituding ikut campur dalam urusan negara Irak. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (29/11/2004).Bahkan Menteri Pertahanan Irak Hazem Shaalan belum lama ini mencetuskan bahwa Iran merupakan "musuh pertama" negaranya karena telah menyediakan senjata bagi kelompok perlawanan. "Republik Islam siap untuk melatih polisi dan penjaga perbatasan Irak dan bahkan melengkapi mereka dengan peralatan begitu pula bantuan dengan rekonstruksi negeri itu," ujar Ali Asghar Ahmadi, Deputi Menteri Dalam Negeri Iran untuk Urusan Keamanan, seperti dikutip kantor berita resmi setempat, IRNA.Selain Iran, Mesir dan Yordania juga telah menawarkan bantuan untuk melatih personel keamanan Irak. Pertemuan para menteri dalam negeri tetangga-tetangga Irak plus Mesir akan berlangsung pada Selasa (30/11/2004) pekan ini. Selain Mesir, konferensi selama dua hari itu akan diikuti para menteri dari Irak sebagai tuan rumah, Suriah, Turki, Arab Saudi, dan Kuwait.
(ita/)











































