"Reformasi ini sebenarnya baru berjalan 10 tahun. Kita amandemen konstitusi itu tanpa persiapan. Demokrasi kita copy-paste dari Amerika. Kita tidak lihat kearifan lokal," tutur Marzuki dalam Meet the Press di Sekretariat Konvensi PD, Jl Pati Unus No 75, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2014).
Menurut Marzuki pada saat pelaksanaan amandemen waktu itu, Indonesia terjebak pada euforia lengsernya Soeharto. Sehingga yang dipikirkan hanya sekedar mengubah sistem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Marzuki juga menyatakan bahwa kewenangan Ketua DPR RI sangat terbatas. Ia hanya berwenang soal urusan kesekjenan.
"Untuk menyelesaikan legislasi saja titik-koma menjadi masalah. Badan Legislasi diisi orang orang hebat. Sehingga setiap undang-undang dialah yang menyiapkan. DPR bicara politiknya, aspirasinya. Tidak mungkin seorang tamatan SMA, engineer, itu bisa menyelesaikan legislasi," pungkas Marzuki.
(bag/tor)











































