Jalan akses menuju Bandara Halim tidak terlalu besar. Jalan yang menghubungkan bandara ke Cawang ini terbagi menjadi dua jalur. Tiap jalurnya hanya bisa dilewati dua mobil. Jalan akses yang sempit ini akan berjubel bila banyak penumpang pesawat berdatangan ke bandara ini.
Bagian luar jalan akses masuk ke bandara yang satu kompleks dengan pangkalan TNI AU ini juga merupakan ruas jalan yang sangat sibuk di Jakarta Timur. Tiap harinya mobil-mobil pribadi yang keluar dari tol dalam kota banyak yang melintas di depan jalan akses ke bandara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurangnya angkutan umum juga menjadikan bandara ini rawan kemacetan. Jarangnya angkutan akan menyebabkan pengguna pesawat memilih menggunakan kendaraan pribadi yang ujung-ujungnya membuat bandara ini bertambah macet. Bandingkan dengan bandara Soekarno-Hatta yang menawarkan angkutan umum berupa bus Damri ber-AC.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono telah meminta agar Angkasa Pura melakukan kajian kepadatan lalu lintas di bandara ini. Kajian tersebut meliputi bagian persimpangan mana saja yang akan diperbaiki, pelebaran jalan dan lahan yang akan digunakan untuk parkir.
"Traffic management-nya harus jelas. Harus disiapkan shuttle bus juga jadi tidak melulu mengandalkan kendaraan pribadi," kata Pristono di kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jaksel, Kamis (9/1/2014).
Maskapai komersil yang siap beroperasi di Halim pada Jumat besok adalah Citilink, anak usaha Garuda Indonesia. Ada empat penerbangan yang lewat Halim yaitu menuju Yogya, Semarang, Malang dan Palembang. Pemindahan rute penerbangan ke Halim ini sebagai alternatif padatnya penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
(nal/nrl)










































