"Itu bukan minta maaf, itu ngeles. Secara guyon saya mengatakan permintaan maafnya akal-akalan," kata Denny di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2014).
Denny menilai permintaan maaf yang disampaikan Murod melalui media kemarin penuh dengan nada ancaman. "Minta maaf tapi kemudian bawahnya tetapi begini, tapi begitu, sambil mengancam," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau pada saat menyampaikan itu gagah sekali, tapi banyak diralatnya. Kalo saja beliau kemarin menyatakan yang saya sampaikan salah, saya sadar itu fitnah, saya minta maaf, titik. Tapi kan tidak begitu," katanya.
Denny menegaskan, apa yang disampaikan oleh dua loyalis Anas Urbaningrum tersebut adalah bagian dari fitnah. "Kalau tabayun itu dia datang ke saya, BW, benar ya kemarin ke Cikeas. Ini kan bukan tabayun, ini fitnah," tegas Denny.
(ahy/ega)










































