Polisi dan Dishub Tak Tanggung Motor yang Rusak atau Lecet

Operasi Jaring Motor

Polisi dan Dishub Tak Tanggung Motor yang Rusak atau Lecet

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 09 Jan 2014 13:10 WIB
Polisi dan Dishub Tak Tanggung Motor yang Rusak atau Lecet
(Foto - Detikcom)
Jakarta -

Belasan sepeda motor terkena razia jaring motor yang mulai efektif digelar Dinas Perhubungan DKI Jakarta awal pekan ini. Tak sedikit motor yang dijaring mirip ikan dan dinaikan ke atas truk Dishub itu kemudian menjadi lecet-lecet.

Suryadi, yang sepeda motornya terkena operasi jaring di kawasan Tanah Abang, Jakara Pusat, mengeluhkan kondisi sepeda motornya setelah terkena razia. Bodi samping motornya beberapa ada yang lecet terkena gesekan. “Ada lecet gede sama spion goyang," ungkap dia.

Ditemui di samping kantor Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat, Rabu (08/01), Suryadi, yang sedang mengambil sepeda motor itu tidak bisa berbuat apa-apa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian yang dalam operasi jaring motor ini bekerja sama dengan Dishub tidak menanggung apabila ada sepeda motor yang rusak atau lecet akibat terkena razia.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Sakat menyatakan jika ada kerusakan kendaraan bukan tanggung jawab pihaknya. “Enggak ada itu rusak. Kalau benar tanya pemiliknya dong. Masak tanya yang ngangkut atau kami ini,” kata dia kepada detikcom, Rabu.



Sakat menambahkan pihaknya bakal tetap berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Jakarta Pusat untuk menertibkan parkir liar. Upaya Dishub yang menjaring dengan mengangkut sepeda motor ke truk sudah tepat karena membuat pemilik kendaraan jera.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Muhammad Akbar mengatakan razia berupa jaring sepeda motor ini bakal dilanjutkan. Ia juga menjamin sepeda motor yang dirazia tidak akan rusak. Kalaupun ada kelecetan, itu mungkin bisa terjadi sebelum diangkut truk oleh pihaknya.

Setelah Tanah Abang, Dishub akan mengecek dan merazia parkir liar di beberapa lokasi lain. Upaya jaring motor ini bakal dibarengi dengan razia cabut pentil.

Meski dianggap sama, keduanya metode razia ini dinilai berhasil untuk membuat pengendara kapok untuk parkir liar. “Sama saja sih. Cuma memang kelihatannya yang dua ini yang efektif,” katanya saat dihubungi detikcom, kemarin.

(brn/brn)


Berita Terkait