Yayan Dipenjarakan Tetangganya, Guru TK Islam Baiturrahim Berduka

Ribut Gara-gara Sampah

Yayan Dipenjarakan Tetangganya, Guru TK Islam Baiturrahim Berduka

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 09 Jan 2014 12:48 WIB
Yayan Dipenjarakan Tetangganya, Guru TK Islam Baiturrahim Berduka
Yayan
Jakarta - Yayan Nurhayati dipenjara karena masalah sampah dengan tetangganya Yusnina sejak 6 Januari 2014. Yayan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di TK Islam Baiturrahim dirindukan para guru.

"Ibu guru TK Islam Baiturrahim semua merasa kehilangan dan kerepotan," kata salah satu guru yang mengaku bernama Yanti (bukan nama sebenarnya-red) kepada detikcom di Jalan Kecubung RT 02/09 Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2014).

Yanti menjelaskan Yayan selalu menyapu dan mengepel TK yang hanya memiliki dua kelas itu setiap pagi dan siang hari. Kini telah empat hari guru-guru itu membersihkan TK sendirian.

"Makanya sekarang kita kerepotan nggak ada Ibu Yayan. Kita nggak tahu letak peralatan kebersihan dan barang-barang. Jadi sekarang yang ngebersihin guru-guru," kata Yanti.

Yayan mendapatkan upah Rp 400 ribu per bulan dari TK tersebut. Ia juga bekerja sebagai buruh cuci gosok untuk para tetangganya dengan upah Rp 300 ribu.

"Sudah kerja lebih dari tiga tahun. Dia sapu pagi sebelum kegiatan dimulai jam 07.30 WIB, terus sudah dipel. Sama siang 12.00 WIB dia mulai sapu pel lagi," ujar Yanti.

Yayan diketahui memiliki dua anak bernama Dita (18) dan Fira (14). Kedekatan Fira dengan ibundanya yang kini mendekam di Rutan Pondok Bambu juga diketahui para guru tersebut.

"Setiap hari mengobrol, dan kita nggak pernah bedain guru sama yang lain. Kita kekeluargaan. Anak-anak juga akrab sama Bu Yayan dan suka minta tolong sama dia," ujar perempuan berkerudung biru itu.

TK tersebut berada persis di depan rumah Ibu Yayan, memiliki dua kelas bertingkat. Sebuah lapangan badminton menjadi tempat bermain murid-murid TK. Rumah Yusnina, tetangga yang melaporkan Yayan, juga berada tepat di depan TK itu.

(vid/ndr)


Berita Terkait