Brigjen Sujarno dan Ahok Sepakat: Damai No, Tilang Yes!

Brigjen Sujarno dan Ahok Sepakat: Damai No, Tilang Yes!

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 09 Jan 2014 11:43 WIB
Brigjen Sujarno dan Ahok Sepakat: Damai No, Tilang Yes!
Brigjen Sudjarno dan Ahok di Mapolda Metro Jaya
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok pagi tadi mendatangi Polda Metro Jaya. Kedatangannya ke Markas Polda Metro Jaya ini adalah untuk meningkatkan koordinasi kepolisian dengan Pemprov DKI terkait permasalahan lalu lintas, salah satunya soal pelanggaran.

Usai kunjungan, Ahok yang didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sujarno, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes R Nurhadi dan Wakilnya AKBP Purnomo serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, menunjukkan sejumlah sign yang terbuat triplek soal pelanggaran lalu lintas.

"Damai No, Tilang Yes!," ucap mereka ramai-ramai di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada juga sign bertuliskan "Pelanggar No Damai". Pada masing-masing tanda dibubuhkan gambar lima jari dengan dilingkari tanda 'stop'. Serta ada juga gambar polisi yang menunjukkan tanda stop pada sign tersebut.

Sign ini nanti akan disosialisasikan Polwan kepada masyarakat pengguna jalan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Masyarakat diminta untuk tidak menyuap polisi dengan 'uang damai' ketika ditilang polisi.

"Jadi kita sepakat tidak ada damai ini," ucap Ahok yang mengenakan batik berwarna biru itu.

Selanjutnya, Ahok menjelaskan maksud kedatangannya ke Polda Metro Jaya selain untuk bersilaturahmi dengan Dirlantas Polda Metro Kombes Pol Rikwanto, ia juga ingin melihat fasilitas yang berkaitan dengan fungsi lalu lintas di Polda Metro Jaya.

"Kami ingin lihat semua fasilitas yang ada, karena kami pemprov yakin untuk urusan lalu lintas yang pimpin Dirlantas, termasuk keamanan," kata dia.

Ia juga meminta Dishub DKI untuk membuat sistem seperti yang ada di Polda Metro Jaya. Ia menyadari bahwa pihaknya belum sempurna dalam menangani masalah kemacetan di Jakarta ini.

"Pak Pris (Udar Pristono Kadishub DKI) harus buat lagi sistem seperti di Polda. Kami tidak sempurna, Polda juga tidak sempurna, kita sama-sama saling menyempurnakan," jelasnya.

(mei/ega)


Berita Terkait