Salah satu penyebabnya menurut dia karena selama ini persoalan parkir di Jakarta tidak dikelola dengan baik. Penertiban lahan parkir liar tidak disertai dengan pembukaan lapangan kerja bagi juru parkirnya. Wal hasil mereka yang kehilangan pekerjaan akan berpindah membuka tempat parkir di area lain.
“Itu yang bikin pindah-pindah,” kata Ahok kepada detikcom, Selasa (7/1) di kantornya. Namun, menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, memikirkan nasib petugas parkir juga bukan hal yang gampang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengupayakan membangun sebuah sistem parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Masalahnya sekarang itu rata-rata tukang parkir bawa pulang Rp 150 ribu sehari, terus kalau dia kerja jadi tukang parkir gedung dengan gaji UMP, apa mau enggak? Makanya kami lagi mau membangun sistem pakai mesin parkir itu, gaji mereka (tukang parkir liar) kira-kira dua kali UMP, supaya dia mau?,” kata Ahok.
Sejak September tahun lalu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta gencar melakukan operasi penertiban parkir liar. Rupanya langkah ini memukul pendapatan para juru parkir.
Komarudin, 39 tahun misalnya. Juru parkir liar di kawasan Roxy, Jakarta Barat itu hanya bisa nyengir dan menggerutu karena pendapatannya terancam turun akibat gencarnya razia. Sebelum ada program razia cabut pentil atau copot pelat nomor, ia biasa membawa bersih sedikitnya Rp 60–Rp 80 ribu sehari.
Namun, setelah gencar operasi cabut pentil, pendapatannya berkurang menjadi Rp 40 ribu. Bahkan, pernah hanya memperoleh Rp 25 ribu.
Begitu juga dengan Helmi (32 tahun) juru parkir liar lain di kawasan pasar Tanah Abang. Dia mengaku kaget dengan adanya operasi jaring motor. Sebelumnya dia hanya mengetahui ada razia biasa seperti cabut pentil. Karena ini pula, ia mengaku pendapatannya mengalami penurunan.
Dari pagi hingga lepas tengah hari Helmi mengaku baru mengantongi Rp 20 ribu. “Ini juga dari mobil,” kata dia. Helmi dan Komar berharap Pemerintah Provinsi DKI membuat sebuah kebijakan terkait nasib juru parkir, yang terancam kehilangan pendapatan jika razia gencar dilakukan.
(erd/erd)











































