Survei yang dirilis Litbang Kompas pada Kamis (9/1/2014), menunjukkan elektabilitas PDIP di akhir tahun 2013 menurun menjadi 21,8%, padahal sempat berada di angka 23,6% pada pertengahan tahun 2013 lalu.
Pada kisaran survei ini dilakukan, isu Mega-Jokowi sedang mengamuka. Apakah isu itu berefek pada penurunan elektabilitas PDIP?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei ini menggunakan 1.380-1.400 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak dari 34 provinsi di Indonesia pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,6%.
Partai Golkar menunjukkan tren kenaikan elektabilitas dari 15,4% (akhir 2012), 16,0% (Juni 2013), dan 16,5% (Desember 2013). Partai Gerindra yang berada di tempat ketiga juga menunjukkan penurunan cukup signifikan dari 6,1% pada akhir 2012 naik menjadi 13,6% pada pertengahan tahun 2013, menjadi 11,5% di akhir 2013.
Di tempat keempat ditempati Partai Demokrat yang semakin terpuruk dengan raihan 7,2%, diikuti Partai NasDem dan Hanura yang naik signifikan di atas 6%. Sementara itu partai Islam tak menunjukkan elektabilitas signifikan.
Berikut hasil survei elektabilitas parpol pada akhir 2013 yanga dilansir Kompas pada Kamis (9/1/2014):
1. PDIP: 21,8%
2. Golkar: 16,5%
3. Gerindra: 11,5%
4. Partai Demokrat: 7,2%
5. NasDem: 6,9%
6. Hanura: 6,6%
7. PKB: 5,1%
8. PAN: 3,2%
9. PPP: 2,4%
10. PKS: 2,3%
11. PBB: 1,1%
12. PKPI: 0,1%
Rahasia: 8,6%
Tidak tahu: 6,7%
(van/nrl)











































