Kisah Korban-korban Rekayasa Polisi, Disiksa Hingga Diperas Rp 100 Juta

- detikNews
Kamis, 09 Jan 2014 09:01 WIB
Kisah Korban-korban Rekayasa Polisi, Disiksa Hingga Diperas Rp 100 Juta

Ket San ditengkap polisi saat tengah mengendarai sepeda motor di Sambas, kalimantan Barat.  pada 20 Juni 2009 menjelang malam. Saat itu, Ket San tengah mengendarai sepeda motor Honda Supra nopol KB 2449 PJ yang hendak pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang itu, Ket San dibuntuti dua orang anggota polisi, Pranoto dan Sugianto.

Saat Ket San melewati Jalan Raya Parit Baru, dua orang polisi itu menembakkan senjata api ke udara dan meminta Ket San berhenti. Versi penyidik, sebelum diberhentikan, Ket San membuang satu paket narkoba ke jalan.

Lantas Pranoto dan Sugianto yang telah membekuk Ket San bersama warga mencari barang tersebut dan ditemukanlah 2 butir ekstasi. Lantas, Ket San  dituduh sebagai pemilik ekstasi tersebut dan membuat Ket San harus berurusan dengan hukum.

Pada 6 Januari 2010 jaksa menuntut Ket San selama 5,5 tahun penjara. Pada 5 Februari 2010, Pengadilan Negeri (PN) Sambas mengabulkan tuntutan jaksa dan menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Pontianak pada 13 April 2010.

Merasa dijebak dan tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan, Ket San pun mencari keadilan hingga ke Jalan Medan Merdeka Utara dan permohonan ini dikabulkan MA.

"Mengadili sendiri, menyatakan Ket San alias Cong Ket Khiong alias Atun tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan dalam semua dakwaan," putus majelis kasasi yang terdiri dari Imron Anwari, Prof Dr Surya Jaya dan Achmad Yamani.

Dalam proses penyidikan, Ket San dimintai uang Rp 100 juta jika ingin kasusnya tidak dilimpahkan ke pengadilan.

(asp/mok)