Pentil Dicabut, Pundi Juru Parkir Liar Menyusut

Operasi Jaring Motor

Pentil Dicabut, Pundi Juru Parkir Liar Menyusut

- detikNews
Rabu, 08 Jan 2014 18:31 WIB
 Pentil Dicabut, Pundi Juru Parkir Liar Menyusut
Razia cabut katup pentil digelar karena banyak kendaraan parkir liar. (Foto: detikcom)
Jakarta - Operasi cabut pentil dan jaring terhadap kendaraan bermotor yang parkir liar tak hanya membuat resah pengendara. Sejumlah juru parkir liar juga gelisah. Pasalnya operasi yang gencar dilakukan sejak September tahun lalu itu memukul pendapatan mereka.

Komarudin, 39 tahun misalnya. Juru parkir liar di kawasan Roxy, Jakarta Barat itu hanya bisa nyengir dan menggerutu karena pendapatannya terancam turun akibat gencarnya razia. Pria bertubuh kurus ini berharap operasi cabut pentil dan jaring motor tak sering dilakukan.

Sejak razia cabut pentil gencar dilakukan Dinas Perhubungan DKI, pria yang akrab disapa Komar ini mengaku pendapatan turun tajam. “Seperti hari ini nih (kemarin) yang kena kayaknya baru pertama kali ini. Kalau yang udah kena, mereka mikir-mikir. Pasti nanya saya dulu,” kata Komar saat ditemui detikcom, Selasa (7/1) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum ada program razia cabut pentil atau copot pelat nomor, ia biasa membawa bersih sedikitnya Rp 60–Rp 80 ribu sehari. Namun, setelah gencar operasi cabut pentil, pendapatannya berkurang menjadi Rp 40 ribu. Bahkan, pernah hanya memperoleh Rp 25 ribu.

Begitu juga dengan Helmi (32 tahun) juru parkir liar lain di kawasan pasar Tanah Abang. Dia mengaku kaget dengan adanya operasi jaring motor. Sebelumnya dia hanya mengetahui ada razia biasa seperti cabut pentil. Karena ini pula, ia mengaku pendapatannya mengalami penurunan.

Dari pagi hingga lepas tengah hari Helmi mengaku baru mengantongi Rp 20 ribu. “Ini juga dari mobil,” kata dia. Helmi berharap Pemerintah Provinsi DKI membuat sebuah kebijakan terkait nasib juru parkir, yang terancam kehilangan pendapatan jika razia gencar dilakukan.

Semestinya menurut dia, area parkir di depan toko tidak dihitung sebagai parkir liar karena tidak mengganggu kemacetan jalan. Justru yang bikin macet menurutnya adalah pedagang yang sering bolak balik bawa gerobak besar, dan angkutan yang ngetem cari penumpang.

“Kalau begini terus apes deh kitanya yang markir. Mau kerja apa lagi buat bini dan anak di rumah,” sebut ayah dua anak ini.

Adapun Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Muhammad Akbar mengakui operasi jaring motor efektif menertibkan parkir liar. Razia ini tak memerlukan petugas dalam jumlah banyak, dan bisa membuat pelaku jera. “ Karena pasti malu kalau kendaraannya diangkut dan dijaring ke dalam truk seperti ikan. Kata dia.

(hat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads