"Pertemuan antara Pak Prabowo dengan Dr Din Syamsuddin hanyalah silaturahmi dan diskusi soal gagasan Gerindra yang akan memasyarakatkan gagasan pengadaan tabungan haji," kata anggota Dewan Pembina Gerindra Martin Hutabarat saat dihubungi detikcom, Rabu (8/1/2014).
Martin menyebut partainya memang memiliki hubungan yang baik dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan organisasi-organisasi keagamaan yang lain. Pertemuan antara Prabowo dengan Din hanya dalam rangka tukar gagasan soal tabungan haji, tak ada muatan politis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerindra dan Muhammadiyah memang memiliki hajat politik yang sama. Namun kepentingan politik Gerindra dan Muhammadiyah itu tak bersifat politik praktis soal pencapresan di Pemilu 2014.
"Gerindra dan Muhammadiyah serta NU sudah memiliki visi yang sama, untuk kepentingan bangsa ke depan," tuturnya.
Β
Prabowo datang ke kantor Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, bersama Ketua Umum Gerindra, Suhardi, Fadli Zon dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Rabu (8/1) siang tadi.
Prabowo enggan menjawab saat ditanya apakah ada pembicaraan untuk meminang Din sebagai cawapresnya kelak. Eks Danjen Kopassus ini menjawab diplomatis bahwa akan merangkul seluruh elemen bangsa.
"Matriksnya haruslah putra terbaik bangsa. Karena posisinya wakil presiden harus yang punya kapasitas dan kapabilitas. Saya kira banyak kader Muhammadiyah yang sesuai dengan kriteria itu. Tapi banyak juga di tempat lain," ungkapnya.
Namun hal ini bertolak belakang dengan suasana dalam pertemuan tersebut. Usai jamuan makan siang, saat Prabowo berfoto dengan Din Syamsuddin, seorang kader Muhammadiyah, meneriakkan 'sinyal' kolaborasi antara Prabowo dan Din.
"Yak, sudah pas. Cocok. Insya Allah jadi cawapres," teriak seorang warga Muhammadiyah yang disambut tawa kader Gerindra.
(tor/nrl)











































