Hal ini terjadi saat salah satu kader Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly bertanya soal pembatasan kekuasaan asing di Indonesia.
"Ini jadi fit and proper test," kata Prabowo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakpus, Rabu (8/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Nadjamuddin, Bambang Sudibyo juga turut bertanya komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Ia menanyakan bagaimana pemberantasan korupsi yang akan dilakukannya dengan menguatkan fungsi kejaksaan dan kepolisian.
"Caranya dengan menyusun tim terbaik dengan pangan dan energi, menseleksi tim terbaik. Kalau mau polisi yang baik, harus diseleksi. Banyak tokoh polisi yang idealis, muda-muda, kejaksaan juga. Kuncinya, kita sebagai manager utama," lanjut Prabowo.
Diskusi berlangsung sekitar 2 jam dengan berbagai macam tema. Yang menarik, salah satu kader perempuan Muhammadiyah, Khusnul Mariyah menyinggung posisi Prabowo yang berada dibawah Jokowi dalam berbagai survei. Ia menyemangati Prabowo agar tak kecil hati dengan rilis survei yang ada.
"Jangan berkecil hati kalau di survei menurun. Belum tentu popularitas bersama dengan kapabilitas," ungkap Khusnul yang diiyakan Prabowo dengan anggukan.
(mnb/van)











































