Wamen Denny Indrayana meminta agar jubir Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang juga loyalis Anas Urbaningrum, Ma'mun Murod Albarbasy, meminta maaf secara tulus. Ucapan maaf yang sudah disampaikan Ma'mun dinilai hanya sebagai akal-akalan saja.
"Saya tidak ingin bertele-tele berbalas pantun dengan saudara Murod dan Tri. Mereka saya baca mengirim rilis meminta maaf atas fitnah yang mereka katakan kemarin, tetapi sambil balik mengancam. Itu permintaan maaf akal-akalan," jelas Denny dalam keterangannya, Rabu (8/1/2014).
Denny sudah membaca pernyataan maaf Ma'mun Murod yang dikirimkan. Tapi dinilai, ucapan maaf itu tak tulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya tidak ingin bertele-tele berbalas pantun dengan Sdr Murod dan Tri. Mereka saya baca mengirim rilis meminta maaf atas fitnah yang mereka katakan kemarin, tetapi sambil balik mengancam. Itu permintaan maaf akal-akalan.
Nyata-nyata yang mereka sebarkan adalah fitnah kepada saya dan BW yang buktinya saja mereka tidak punya, dan malah minta saya dan BW serta masyarakat untuk membantu membuktikan. Lucu sekali.
Saya masih berikan kesempatan terakhir hingga malam ini mereka minta maaf secara terbuka kepada saya dan BW. Permintaan maaf itu harus tanpa syarat dan tanpa dalih macam-macam. Jika tidak juga tulus meminta maaf, maka mari biarkan proses hukum yang membuktikan bahwa fitnah mereka itu salah besar, dengan cara saya besok insya Allah melaporkan mereka ke Mabes Polri.
Jika poses hukum pidana itu berjalan, kami yakini itu penting agar demokrasi dan kebebasan berpendapat kita tidak dibajak seenaknya oleh para penyebar fitnah. Indonesia yg demokratis memang menjamin kebebasan berbicara, tetapi harus disterilkan dari kebebasan memfitnah. Apalagi fitnah yang sengaja dilancarkan sebagai jurus untuk melawan dugaan tindak pidana korupsi yg sedang ditangani KPK.
(ndr/mad)











































