Penundaan penutupan terminal AKAP Lebakbulus tidak berefek pada terhambatnya pembangunan stasiun MRT. Proses pemagaran terminal untuk proyek MRT tetap jalan terus.
Di antara para pekerja proyek MRT adalah Muji, seorang mandor. Dia mengawasi sejumlah anak buahnya yang sedang mendirikan seng-seng pagar pembatas di dekat sekitar Stadion Lebakbulus.
"Tidak berani sampai terminal karena kemarin rusuh," ujar Muji saat ditemui detikcom di Lebakbulus, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasangan seng itu akan mengitari stadion, terminal dan sebagian wilayah Pasar Jumat. Di ketiga wilayah itu akan dibangun depo MRT, stasiun layang MRT, dan struktur jembatan layang yang menjadi struktur utama pembangunan pekerjaan layang.
"Kita masih melanjutkan memagari. Belum ada instruksi dihentikan," ucap Muji.
Sejumlah pekerja tampak sedang giat mendirikan seng-seng pembatas. Ada juga yang menurunkan alat-alat kerja mereka dari sebuah mobil pikap dan memasang sebuah baliho bertuliskan 'Di sini sedang dilakukan pekerjaan'.
Aktivitas di terminal AKAP Lebakbulus juga terlihat normal. Bus-bus AKAP berjalan hilir mudik.
Sementara itu, dua orang satpam yang berjaga di stadion Lebakbulus sempat curhat soal pekerjaan mereka ke depan. Alasannya jika stasiun MRT selesai dibangun mereka tidak tahu akan bekerja di mana.
"Jangan pedagang saja yang diperhatikan, tetapi kami juga diperhatikan," pintanya.
(tfq/nrl)











































