Juki mengungkapkan ia dan teman-temannya tidak bakal berani mengatur area parkir tanpa perlindungan dari oknum petugas. Menurutnya, razia cabut pentil hanya formalitas supaya ada kesan tindakan tegas.
Padahal, dia melanjutkan, razia yang angin-anginan itu sudah diketahui oleh para juru parkir liar. Karena sudah tahu, mereka pun mengingatkan pengunjung agar parkir tidak terlalu lama atau di tempat lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Biasanya kita tahu sehari sebelumnya atau pas pagi hari. Itu ada orang yang kasih tahu. Kalau mau ada razia di Tanah Abang saya juga tahu infonya,” kata pria berusia sekitar 35 tahun itu saat ditemui detikcom, Selasa (07/01).
Juki menegaskan duit hasil parkir ia bagikan ke teman-temannya serta setoran kepada oknum tertentu. “Ya kita kan dapat duit dari sini. Mereka itu juga dapat duit dari kita. Bagi-bagi hasil lah. Mau nertibin bagaimana? Gak bakal bisa lah,” jelas Juki yang sudah melakoni pekerjaan ini sejak empat tahun lalu.
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono tak menepis adanya permainan oknum petugas dengan tukang parkir liar. “Kalau bermain sih mungkin saja, ada oknum yang nakal," kata Udar kepada detikcom, Selasa (07/01).
Namun dia meminta masyarakat ikut berperan dengan melaporkan petugas yang "main mata" dan sogok-menyogok dengan petugas parkir. "Supaya tidak jadi fitnah dilaporkan nama anggota dan permainannya, difoto dan kasih ke saya," ujarnya.
Udar berjanji akan menindak tegas petugas yang kedapatan menerima suap atau pungli. "Yang melakukan pungli-pungli gitu akan kita tangkap dan diberi sanksi, mulai sanksi administrasi hingga pemecatan. Tapi supaya fair, dua-duanya dong, petugas dan penyuapnya juga,” kata dia.
Udar menambahkan, hingga kini belum ada petugasnya yang ditindak sebab belum ditemukan bukti yang kuat.
(brn/brn)











































