Kisah Mereka yang Motornya Terjaring Petugas

Operasi Jaring Motor

Kisah Mereka yang Motornya Terjaring Petugas

- detikNews
Rabu, 08 Jan 2014 14:59 WIB
 Kisah Mereka yang Motornya Terjaring Petugas
Foto Ilustrasi.
Jakarta - Setelah tak mempan dengan operasi cabut pentil, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan razia jaring motor terhadap kendaraan yang parkir liar. Mulai awal pekan ini kendaraan roda dua yang nekat parkir sembarangan bakal dijaring dan diangkut oleh petugas.

Di kawasan pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, sejumlah orang yang motornya dijaring petugas sempat emosi dan tidak terima. Mereka menolak dituduh parkir sembarangan.


“Kan saya parkir di depan toko ini. Jauh dari pasar Tanah Abang. Kenapa kena razia juga?,” kata Aceng, salah seorang yang terkena razia kepada detikcom, Selasa (7/1) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Protes Aceng tidak digubris oleh petugas Dinas Perhubungan. Wajah emosinya ditanggapi santai oleh petugas sehingga tak memicu kekerasan. “Belagu amat sih, program razia gak jelas aja. Urusin angkutan yang ngetem tuh,” kata Aceng dengan nada kesal.





Selasa kemarin ada tujuh orang yang sepeda motornya diangkut oleh petugas dinas perhubungan karena parkir sembarangan. Sejumlah kisah pun mewarnai operasi jaring motor.

Salah satunya Yeni, yang Selasa kemarin belanja pakaian ke pasar Tanah Abang. Wajahnya mendadak pucat begitu keluar dari area pasar. Sepeda motor skuternya yang dia parkir di pingir jalan di kawasan pasar Tanah Abang tiba-tiba menghilang.

Dia makin khawatir karena di dalam jok motor yang baru dibeli setahun itu juga tersimpan surat-surat penting, seperti surat izin mengemudi dan surat tanda nomor kendaraan. Perempuan 31 tahun itu pun berusaha bertanya kepada pedagang asongan serta petugas dinas perhubungan yang masih ada di lokasi.

Ketika diberitahu sepeda motornya diangkut petugas dengan truk, ia makin panik. Apalagi petugas membawa motor tersebut ke kawasan Lapangan Banteng di Jakarta Pusat.

“Saya enggak tahu daerah sana. Bingung juga ngurus soal ginian. Semuanya surat di situ semua lagi. Makanya saya telpon suami saya yang agak ngerti soal ini,” kata Yeni dengan wajah panik saat ditemui, kemarin.

Karena kejadian ini, Yeni pun mengaku kapok parkir di sembarang tempat. Dia memilih naik angkutan umum saja. Meski macet, tapi aman dari razia petugas. “Kapok deh mending naik angkot. Daripada bayar Rp 2 ribu tapi apes kayak begini,” ujar ibu satu anak ini.

(hat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads