Di kawasan pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, sejumlah orang yang motornya dijaring petugas sempat emosi dan tidak terima. Mereka menolak dituduh parkir sembarangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya Yeni, yang Selasa kemarin belanja pakaian ke pasar Tanah Abang. Wajahnya mendadak pucat begitu keluar dari area pasar. Sepeda motor skuternya yang dia parkir di pingir jalan di kawasan pasar Tanah Abang tiba-tiba menghilang.
Dia makin khawatir karena di dalam jok motor yang baru dibeli setahun itu juga tersimpan surat-surat penting, seperti surat izin mengemudi dan surat tanda nomor kendaraan. Perempuan 31 tahun itu pun berusaha bertanya kepada pedagang asongan serta petugas dinas perhubungan yang masih ada di lokasi.
Ketika diberitahu sepeda motornya diangkut petugas dengan truk, ia makin panik. Apalagi petugas membawa motor tersebut ke kawasan Lapangan Banteng di Jakarta Pusat.
“Saya enggak tahu daerah sana. Bingung juga ngurus soal ginian. Semuanya surat di situ semua lagi. Makanya saya telpon suami saya yang agak ngerti soal ini,” kata Yeni dengan wajah panik saat ditemui, kemarin.
Karena kejadian ini, Yeni pun mengaku kapok parkir di sembarang tempat. Dia memilih naik angkutan umum saja. Meski macet, tapi aman dari razia petugas. “Kapok deh mending naik angkot. Daripada bayar Rp 2 ribu tapi apes kayak begini,” ujar ibu satu anak ini.
(hat/erd)











































