"Ya memang survei ya sebuah potret pada saat survei dilakukan. Saya melihat bahwa itu bagian bagi kami adalah sebuah masukan dan tentu saja hasil akhir akan ditentukan pada saat Pemilu Legislatif," kata Waketum Gerindra, Fadli Zon, saat dihubungi detikcom, Rabu (8/1/2014).
Menurut Fadli, pada kondisi Pilpres 2014 sangat bergantung dengan konfigurasi politik terakhir. Popularitas dan elektabilitas seorang tokoh tak ada gunanya kalau tidak dicapreskan di 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, menurut Fadli, Gerindra menggunakan hasil survei sebagai salah satu masukan. Sementara ini Gerindra belum fokus menatap Pilpres 2014.
"Jadi kami fokus kerja untuk pemenangan Pemilu Legislatif. Nanti apakah dicalonkan (sebagai presiden) atau tidak tergantung hasil Pemilu Legislatif juga kan, dan masih ada waktu tiga bulan. Pada waktunya nanti suara rakyat yang menentukan di Pilpres," pungkasnya.
Di survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi semakin meroket. Elektabilitas Jokowi menembus 43,5% sementara capres Gerindra Prabowo Subianto dan Megawati justru menurun.
Berikut hasil survei terbaru Kompas pada Desember 2013 yang dirilis Rabu (8/1/2014):
1. Joko Widodo: 43,5%
2. Prabowo Subianto: 11,1%
3. Aburizal Bakrie: 9,2%
4. Wiranto: 6,3%
5. Megawati Soekarnoputri: 6,1%
6. Jusuf Kalla: 3,1%
Perolehan di bawah 3%: Mahfud MD, Rhoma Irama, Dahlan Iskan, Hatta Rajasa, Surya Paloh, Anies Baswedan, Suryadharma Ali, Hidayat Nurwahid, Yusril Ihza Mahendra, Pramono Edhie dll.
Tidak tahu: 9,8%
Tidak menjawab: 10,9%
(van/nrl)










































