Balada Parkir Liar, Tak Jera Pentil Dicabut

Operasi Jaring Motor

Balada Parkir Liar, Tak Jera Pentil Dicabut

- detikNews
Rabu, 08 Jan 2014 11:11 WIB
 Balada Parkir Liar, Tak Jera Pentil Dicabut
Razia cabut katup pentil bagi kendaraan yang parkir liar. (Foto: detikcom)
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti tak berdaya menghadapi maraknya parkir liar di Ibu Kota. Sejumlah cara telah dilakukan, seperti mencopot pelat nomor, derek, hingga cabut pentil. Toh langkah itu tak membuat pengendara jera, mereka tetap saja memarkir kendaraanya sembarangan.

Mulai September tahun lalu, Dinas Perhubungan DKI gencar melakukan operasi cabut pentil. Ratusan kendaraan roda dua, dan puluhan mobil dicabut pentilnya. Namun hingga kini parkir liar masih marak di sejumlah tempat.

Selasa (7/1) kemarin misalnya. Di kolong jembatan layang depan Roxy Square, Jakarta Barat Junius Simamora dengan santai memarkir sepeda motornya. Dia tak khawatir bakal ada operasi cabut pentil oleh petugas Dinas Perhubungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria 42 tahun itu mengaku sudah terbiasa menggunakan area parkir liar ketimbang harus menaruh kendaraanya di komplek gedung. Apalagi dia sudah kenal dengan beberapa juru parkir liarnya. Selain mudah, parkir tidak resmi juga murah karena hanya mengeluarkan Rp 2 ribu untuk sekali parkir tanpa batas waktu.
 

 
Sementara, apabila parkir di komplek gedung terlalu boros karena biayanya mahal, bisa sampai tiga kali lipat. Mahalnya biaya tersebut tak sebanding dengan keamanan yang diberikan. Dia mengaku, saat parkir di dalam area gedung justru pernah kehilangan helm.

“Kalau ke sini (Roxy), mendingan parkir di luar. Aman tuh, tukang parkirnya malah jagain. Kalau di dalam, udah penuh, yang jagain motor sedikit. Di sini kan enggak ribet, murah lagi,” kata Junius yang mengaku sedang cuti kerja saat ditemui detikcom, Selasa kemarin.

Julius yang mengaku sering ke Roxy mengaku juru parkir liar biasanya memberi tahu bila akan ada razia. “Tukang parkir kan sudah ada yang kenal. Katanya dia misalkan hari ini ada isu razia, jadi parkir sebentar aja,” kata dia.

Hal senada dikatakan Permana, 22 tahun. Mahasiswa berkacamata ini juga langganan parkir di kolong jembatan layang depan Roxy Square. Apabila jembatan layang lagi ramai, ia bakal geser ke area parkir di Jalan Tanjung Selor.

Dua tempat ini jadi langganan Permana saat dia ada perlu soal urusan servis atau belanja handphone. Sejak adanya parkir liar di luar, ia cenderung memilih area ini ketimbang parkir resmi. Awalnya ada perasaan cemas karena daerah Roxy termasuk rawan kriminal.

Tapi, setelah berkali-kali parkir di kolong jembatan layang, ia mengaku sepeda motor skuter maticnya tidak ada masalah dan tetap aman. Kadang ia memberikan uang tambahan kepada tukang parkir kalau dirinya cukup lama belanja di Roxy.

Selama parkir liar, Permana mengaku belum pernah terkena razia cabut pentil. Ia pun tidak pernah khawatir soal ini. Pasalnya, juru parkir liar sudah memberitahu lebih dulu agar tidak parkir terlalu lama jika akan ada razia.

Di kawasan Roxy, razia cabut pentil biasanya dilakukan di kolong jembatan layang dan Jalan Tanjung yang memang jadi pusat parkir liar sepeda motor. Menurut Julius, operasi cabut pentil kurang efektif. Langkah ini tidak bisa menimbulkan efek jera bagi mobil angkutan umum yang ngetem sembarang tempat.
 
Tak mempan dengan cabut pentil, mulai pekan ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan operasi jaring terhadap motor yang parkir sembarangan. Sejumlah kendaraan roda dua yang melanggar ketentuan parkir dijaring oleh petugas.


(hat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads