Seperti yang terlihat di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meski hujan deras, puluhan warga yang hendak berbelanja di Blok Metro Tanah Abang tetap memarkir motornya di pinggir jalan. Padahal lokasi ini kerap menjadi sasaran dishub dalam gelar razia parkir liar.
"Saya cuma mau ambil barang pesanan. Kalau parkir di dalam kelamaan," kata Roni (28) di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih hujan deras begini, masak iya tetap ada razia," kata Wanto sambil tersenyum dan buru-buru menuju Blok A Pasar Tanah Abang.
Sementara para petugas parkir juga tetap menawarkan lokasi parkir kepada pengendara yang melintas. Mereka sibuk menata motor yang diparkir agar lokasi yang sempit tersebut dapat menampung kendaraan sebanyak-banyaknya.
"Kita maunya parkir di sini jangan digusur. Sama-sama enak kok, pembeli yang mau parkir enak, kita juga enak nggak kehilangan pekerjaan," kata petugas parkir, Anwar (30).
Mengenai pekerjaannya yang menyumbang kemacetan di kawasan pasar tekstil terbesar se Asia Tenggara ini, dirinya menganggap sebagai hal wajar. Menurutnya justru aneh jika di kawasan pasar besar tidak macet.
"Kalau Pasar Tanah Abang sepi ya aneh. Nanti dikira nggak ada penjual," ucapnya.
Kawasan Pasar Tanah Abang merupakan salah satu titik marak parkir liar di wilayah Jakarta Pusat. Sudinhub Jakarta Pusat telah melakukan berbagai strategi untuk menggerus penyebab kemacetan ini. Seperti razia pentil, razia plat motor hingga razia jaring.
(kff/rvk)










































