"Dalam 4 bulan akan memanfaatkan waktu secara total untuk menyebarkan visi nasionalisme unggul, visi 45 abad 21. Semangat 45 yang dijabarkan dalam realita dan prestasi abad 21," ujar Dino setelah tiba dari AS di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (7/1/2014).
Dino mengungkapkan telah menyerahkan jabatannya kepaa Sekjen Kemenlu pada 31 Desember 2013 lalu. Langkah pengunduran diri ini ditempuh karena menurutnya, menjelaskan visinya soal kebangsaan dan nasionalisme kepada masyarakat memerlukan waktu yang tidak sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar seluruh rakyat dapat mendengarkan konsep nasionalisme unggul. Bersosialisasi kepada rakyat secara langsung atau sosial media. Tantangannya adalah logistik. Memang agak ketinggalan, namun 4 bulan cukup untuk sosialisasi," tuturnya.
Dino juga mengaku telah menyerahkan nomor rekening ke KPK. Dia mengimbau kandidat capres lain agar tidak terjebak pada praktik politik uang.
Mantan jubir presiden beralasan, keputusannya terjun ke dunia politik menjadi kandidat capres karena terpanggil untuk ikut membenahi persoalan bangsa. Menurutnya, perekonomian Indonesia memang tumbuh tinggi, namun kesenjangan masih terjadi. Pertumbuhan dan pemerataan harus jadi agenda utama, dan pembangunan harus mementingkan kelas menengah.
"Seumur hidup selalu bekerja keras dari bawah untuk naik ke atas. Saya sempat jadi pencuci piring dan penjaga bioskop. Selalu mulai dari bawah. Pencapaian saya adalah hasil kerja keras. Kalau (nanti) tidak jadi presiden, masuk sebagai barisan pemimpin Indonesia 2014," pungkas Dino.
(rmd/vid)










































