Ritual Udhik-udhik ini berlangsung di Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta, Selasa (7/1/2014). Ribuan warga berjubel untuk memperebutkan recehan Rp 500 yang disebar keluarga Keraton. Sekitar pukul 20.00 WIB, kerabat Keraton GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat keluar dari gerbang Kerston menuju Bangsal Ponciniti membawa plastik berisi uang recehan. Warga lalu mendesak maju untuk bisa lebih dekat.
Keluarga Keraton didampingi para abdi dalem, kemudian menyebarkan uang recehan yang telah dicampur dengan bunga dan beras ke arah warga. Warga yang berebut rela berdesakan bahkan tak sedikit yang hingga terjatuh hanya untuk mendapatkan recehan dari Keraton. Bahkan ada warga yang menggunakan cara dengan membuka payung terbalik untuk menampung recehan yang disebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdullilah, dapat 3 keping. Uangnya akan saya simpan, tidak untuk belanja. Karena saya yakin membawa berkah," kata Poniyah di Bangsal Ponconiti, Keraton Yogyakarta.
Berbeda dengan Ibu Sri(40), ia tidak beruntung karena tidak berhasil mendapatkan sekepingpun. Padahal sudah ikut berdesakan-berdesakan.
"Yang penting saya sudah usaha, tapi belum dapat. Mungkin belum rezekinya," ungkapnya sedih.
Abdi Dalem Reh Kridomardoyo Keraton Yogyakarta, KRT Waseso Winoto mengatakan ritual Udhik-udhik merupakan simbol kesejahteraan yang dibagikan Raja kepada rakyatnya.
(rmd/rmd)










































