Gus Dur Tengarai Ada Politik Uang di Arena Muktamar

Gus Dur Tengarai Ada Politik Uang di Arena Muktamar

- detikNews
Minggu, 28 Nov 2004 17:42 WIB
Solo - Gus Dur menuding ada pihak yang melakukan praktik kotor dengan menggunakan uang dalam Muktamar NU ke-31 kali ini. Uang itu, kata Gus Dur, diberikan ke tiap pimpinan cabang oleh kandidat ketua umum PBNU. Tindakan itu dinilai tak ubahnya praktik politik Orde Baru dan tidak sesuai dengan NU."Bohong besar kalau ada yang bilang tidak melakukan politik uang. Uang itu diberikan ke PCNU-PCNU itu dengan berbagai dalih agar kembali terpilih. Sudah jelas-jelas kok. Itu praktik politik sangat buruk. Mereka ini seperti cara berpolitiknya Orde Baru," kata Gus Dur dalam jumpa persnya di Hotel Lor Inn Solo, Minggu (28/11/2004)."Cara-cara seperti itu bukan cara-cara yang dibenarkan oleh NU. Saya tidak bisa menerimanya. Sudah begitu, para kiai sepuh tidak diundang. Bukan hanya para kiai, Megawati juga tidak diundang di pembukaan kok, dia mengeluh itu. Kenapa Mega tidak diundang mugkin takut ketahuan atau apa, ya tidak tahu lah," lanjut Gus Dur.Sementara menguatkan sinyalemen Gus Dur, pengasuh Ponpes Tebu Ireng KH Yusuf Hasyim yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut menilai banyak tokoh yang mengaku-aku sebagai pimpinan NU namun moral dan akhlaknya bukan lagi moral dan akhlak NU. Karena itulah dia berharap tokoh seperti itu tidak lagi dipilih sebagai pengurus NU.Dana MuktamarSaat ditanya tentang transparansi dana yang dipakai muktamar, Gus Dur menolak memberikan pernyataan. Dia hanya mengatakan bahwa untuk masalah itu sebaiknya ditanyakan ke Hasyim Muzadi yang mengumpulkan dana tersebut. "Ya tanyanya ke Hasyim Muzadi. Kan dia yang mengumpulkan dan menggunakannya," kilah Gus Dur.Sedangkan setengah berkelakar KH Yusuf Hasyim yakin Hasyim Muzadi akan mampu membuat laporan pertanggungjawaban tentang dana. Namun, kata Yusuf, Hasyim tidak akan bisa menjelaskan dari mana asal dana tersebut.Sejauh ini mengenai dana muktamar, Hasyim Muzadi pernah mengatakan bahwa seluruh dana berasal dari iuran warga namun dia tidak menjelaskan jumlahnya. Pernyataan Hasyim ini langsung diragukan oleh Nahdliyyin Crisis Center (NCC) dengan alasan selama ini di NU tidak dikenal adanya iuran warga. Karenanya NCC mendesak PBNU menjelaskan jumlah dan asal dana muktamar. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini