"Tadi pagi saya dengar sekitar 3 menitan, jam setengah lima pagi," jelas Irene, yang tinggal di kawasan Banguntapan ini, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/1/2014).
Tak hanya Irene, kakaknya yang tinggal satu rumah juga mendengar. Hanya saja, kakaknya mendengar lebih lama dibanding dirinya. Suara drumband itu terdengar pukul 04.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irene mengaku merinding kala suara drumband itu terdengar. Dia berharap, tak lagi mendengar suara itu.
Selain Irene, ada juga pembaca detikcom lainnya yang berbagi ke redaksi@detik.com. Adalah Joko Prawito yang membagi pengalamannya soal drumband misterius itu.
"Pada saat saya umur 7 Tahun, tahun 1989 sering mendengar suara drumband itu pada waktu menjelang subuh sampai dengan jam 6 pagi. Suatu hari saya tanyakan ke Almarhum bapak yang kebetulan bekerja di Hotel Sahid Raya Jl Babarsari (1 km dari markas AAU) kata bapak tidak pernah mendengarkannya pada saat bekerja pada jam 4-6 pagi," terang Joko yang kini sudah tinggal di Bogor ini.
Suara itu hingga kini masih menjadi misteri bagi Joko. Dia memang pernah mendengar kalau suara itu datang dari para taruna AAU, namun ada juga yang mengatakan suara itu dari 'makhluk' lain.
"Beredar kabar konon itu suara misterius dan gaib yang tidak kasat mata," cerita Joko.
Sebelumnya terkait suara drumband itu, pihak AAU tidak menepis pihaknya memang rutin berlatih saat suasana sepi masih menyergap.
"Memang latihan setiap pagi. Pukul 5 pagi keluar lapangan, sampai kira-kira pukul 06.00 WIB dilanjutkan dengan lari pagi, olah raga," jelas Kepala Penerangan AAU periode 2007-2012 Mayor Hamdi Londong saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/1/2014).
Hamdi mengatakan wajar suara drumband yang dimainkan para taruna ini terdengar hingga pusat Kota Yogyakarta. Menurutnya, hal ini karena suara nyaring drumband yang terbawa angin, ditambah dengan suasana pagi yang masih sepi. Kampus AAU terletak sekitar 8 km di sebelah timur Kota Yogyakarta.
(ndr/gah)










































