Cegah Bentrok 2 Perguruan Silat di Madiun, 600 Polisi Dikerahkan
Minggu, 28 Nov 2004 15:24 WIB
Jakarta - Polisi Wilayah (Polwil) Madiun dibuat sibuk dengan acara halal bihalal Perguruan Silat Setia Hati Winongo (SH Winongo). Sebanyak 600 aparat polisi dikerahkan. Ini dilakukan untuk mencegah bentrokan pendekar SH Winongo dengan pendekar Setia Hati Teratai (SH Teratai). "Sampai acara selesai pukul 14.00 WIB, alhamdulillah, bentrokan tidak terjadi. Karena memang, kami sudah menyiapkan 600 personel untuk melakukan pengamanan dan pengawalan," kata Kapolwil Madiun Kombes Pol Ondang Sutarsa saat dihubungi detikcom, Minggu (28/11/2004). Acara halal bihalal SH Winong itu digelar di markas SH Winongo, di Winongo, Madiun. Menurut Kapolwil, Acara ini dihadiri oleh sekitar 2.000 anggota SH Winongo dari daerah Madiun dan sekitarnya. Menurut Kapolwil, pihaknya sudah melakukan antisipasi dini terhadap acara yang digelar SH Winongo ini. Sebab, pihaknya sudah memprediksi bahwa acara ini akan mendapatkan perlawanan dari pendekar dan massa SH Teratai. Soalnya, kedua perguruan silat ini memang masih memendam luka lama. Terakhir, pada awal Maret lalu, pendekar dua perguruan silat ini sempat bentrok yang mengakibatkan rusaknya puluhan rumah di Madiun. Karena itu, polisi tidak ingin kecolongan. Dan ternyata dugaan polisi benar. Sejumlah pendekar dari SH Teratai sudah berkumpul di jalan-jalan yang akan dilalui oleh pendekar SH Winongo untuk melakukan penghadangan. Berkumpulnya sejumlah pendekar SH Teratai ini tampak di Jl. Jiwan. Polisi pun dikerahkan ke jalan itu dan jalan-jalan lain yang dianggap rawan. "Memang, sudah ada massa dari perguruan silat yang lain di jalan-jalan, terutam di Jl. Jiwan. Karena itu, kami mengerahkan aparat kami ke tempat itu. Tapi, pengerahan ini hanya untuk pengalihan perhatian, karena kami juga telah melewatkan rombongan massa SH Winongo melalui jalan lain. Jadi, massa SH Winongo tidak melewati Jiwan," kata dia. Dalam pengalihan iring-iringan massa SH Winongo itu, polisi juga melakukan pengawalan setiap mobil. "Kami mengalihkan rute dari massa yang datang dari Madiun, Magetan, dan lain-lain itu. Setiap mobil yang membawa massa, kami kawal sampai ke tempat tujuan. Kalau misalnya dari atas mobil, ada yang melakukan tindakan kriminal, ya kita tangkap," kata Kapolwil yang ikut memberikan pengarahan pada acara halal bihalal SH Winongo itu. Acara halal bihalal sendiri selesai pukul 14.00 WIB. Dan kini, kendaraan-kendaraan yang mengangkut massa SH Winongo itu sudah meninggalkan markasnya. Mereka pulang juga dengan kawalan polisi. Menurut Kapolwil, sempat memang ada gesekan sedikit antara massa SH Winongo yang bertemu dengan massa SH Teratai. Namun, gesekan itu tidak sampai menimbulkan bentrokan. "Sampai sekarang, situasi aman-aman saja," kata dia.
(asy/)











































