Ancam Keluar dari NU, Gus Dur Bertaruh Potong Jari

Ancam Keluar dari NU, Gus Dur Bertaruh Potong Jari

- detikNews
Minggu, 28 Nov 2004 14:01 WIB
Solo - Gus Dur kembali memberikan ancaman. Jika dirinya diganjal pencalonannya dalam muktamar, maka dia akan keluar dari NU. Selanjutnya, atas perintah para kiai sepuh dirinya akan membidani berdirinya sebuah organisasi baru. Dia yakin 90 persen warga NU akan mengikutinya. Bahkan dia berani bertaruh potong jari untuk itu. "Kita tunggu pembahasan tatib yang akan dilakukan nanti malam. Kalau keputusannya nanti pemilihan pimpinan PBNU menggunakan tatib yang dirancang panitia maka itu jelas maksudnya mau mengganjal saya. Kalau itu yang dilakukan saya akan keluar dari NU," ujar Gus Dur dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2004) siang di Solo. Gus Dur berharap tatib yang akan digunakan adalah tatib yang dulu digunakan pada Muktamar ke-29 di Cipasung. Dia tidak setuju bila tatib yang digunakan adalah tatib yang pernah dipakai pada Muktamar ke-30 di Lirboyo. Menurut dia, tatib pada Muktamar Lirboyo banyak cacatnya. "Karena banyak cacatnya itulah, kita kecolongan sehingga ada preman yang bisa duduk di PBNU. Saya tidak perlu menyebutkan siapa orang itu," sergah cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari ini. Gus Dur mengatakan, jika dirinya terganjal masuk bursa kandidat rais aam, maka dia tidak akan mendukung siapa pun sebagai jago. Selanjutnya, dia akan keluar dari NU dan mendirikan organisasi baru dan yakin bahwa 90 persen warga NU akan mengikutinya. Sedangkan yang tertinggal di NU hanyalah para pengurusnya. "Kalau saya terganjal dan Hasyim kembali terpilih, saya akan mematuhi perintah para kiai untuk mendirikan organisasi baru. Soal namanya kita pikirkan nanti. Kita lihat saja. Kalau Kiai Sahal (Mahfud), meskipun saya sangat hormat kepada beliau karena paman saya, mengatakan tidak mungkin akan ada organisasi tandingan, saya tantang kethokan driji (taruhan potong jari -red), ayo nanti umat ikut mana," tantang Gus Dur dengan nada tinggi. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads