Protes Muktamar, NCC NU Buka Mimbar Bebas
Minggu, 28 Nov 2004 13:42 WIB
Boyolali - Tidak hadirnya banyak kiai sepuh dan minimnya pembahasan masalah sosial pada rapat komisi pada Muktamar NU di Donohudan, Boyolali, memancing protes dari NU Crisis Center (NCC). Mereka mendirikan mimbar bebas di sekitar arena muktamar.Seusai pembukaan muktamar, puluhan aktivis muda itu menyelenggarakan istighosah yang dipimpin KH Hamid. Mereka merasa prihatin karena NU mengabaikan garis-garis khittah 1926. Warga nahdliyin kerap dijadikan alat berpolitik praktis."Di awal-awal muktamar saja, orang sudah ramai membicarakan calon ketua. Padahal sistem organisasi belum tertata dengan baik. Bagaimana NU akan maju kalau yang memimpin tidak sesuai dengan programnya," kata Wakil Koordinator NCC Mu'tasim Billah kepada detikcom di sekretariatnya, Minggu (28/11/2004).Billah menjelaskan, nuansa politis pemilihan calon ketua sangat merusak nilai-nilai NU. Banyak kiai sepuh yang tidak diundang, hanya karena ada perselisihan antara Gus Dur dan Hasyim Muzadi. Muktamar juga tidak mengagendakan masalah-masalah kemaslahatan umat."Tidak pernah ada dalam kamus NU bahwa kalau ada muktamar kiai sepuh tidak diundang. Hanya pada muktamar kali ini saja," tandasnya.Selain menggelar istighosah, lanjut Billah, pihaknya juga membuka ruang keluh kesah bagi warga nahdliyin di sekretariatnya. Dari mimbar itu, pihaknya berharap akan ada komunikasi informasi seputar permasalahan warga. Semua orang bisa ambil serta."Kami juga akan melakukan bedah buku 'NU Muda' karya Laode Ida. Pembicara yang pasti hadir adalah Ulil Absar Abdalla, Ahmad Tohari, dan Laode Ida sendiri," terangnya.Ketika ditanya soal figur calon Ketum PBNU, Billah menolak menyebutkan. Menurut dia, pihaknya tidak ingin mendukung salah satu orang pun kandidat kalau hal itu hanya menambah kacaunya suasana muktamar. Mereka hanya ingin program NU bisa lebih baik dibanding sebelumnya.Billah menambahkan, untuk menyampaikan kritiknya, pihaknya sudah menyusupkan orang-orang ke arena muktamar. Melalui orang-orang itu, pihaknya berharap agenda-agenda kemaslahatan umat bisa diperjuangkan. "Sudah kami titipkan di arena muktamar. Berhasil atau tidak, itu urusan nanti," ujarnya pendek.Sementara saat ini, acara muktamar masih belum memasuki agenda persidangan. Karena itu banyak peserta muktamar yang menyempatkan jalan-jalan baik di sekitar lokasi maupun ke Kota Solo. Ratusan kios yang menjajakan kaos, makanan, dan souvenir tampak memanjakan peserta yang berasal dari 422 cabang NU ini.
(asy/)











































