PKS Gelar Aksi Sejuta Orang Protes Serangan AS ke Fallujah

PKS Gelar Aksi Sejuta Orang Protes Serangan AS ke Fallujah

- detikNews
Minggu, 28 Nov 2004 06:02 WIB
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Minggu (28/11/2004) pagi ini pukul 10.00 WIB melakukan aksi damai sejuta orang dengan melakukan long march. Aksi damai itu untuk memprotes serangan Amerika Serikat (AS) ke Fallujah. Aksi long march yang dimulai dari Bundaran HI, lalu Kantor PBB dan berakhir di depan Kedutaan Besar AS di Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebiadaban tentara AS saat menyerang kota Fallujah, di Irak.Menurut Presiden PKS, Tifatul Sembiring, aksi sejuta orang itu menyikapi tindakan tentara AS di Fallujah yang tidak menghormati kegiatan ritual ummat muslim saat bulan puasa dan Idul Fitri. "Dalam aksi nanti rencananya kita juga akan melakukan pembicaraan dengan pihak kedutaan AS. Setelah itu kita akan menekan Deplu untuk melayangkan nota protes terhadap AS karena invasi yang dilakukan AS itu adalah ilegal," katanya seperti yang diberitakan detikcom, Jumat (26/11/2004) lalu.Aksi itu juga mengundang sejumlah tokoh Islam, diantaranya Ketua KISDI KH Abdul Rasyid AS, Ahmad Sumargono dan tokoh dari MUI. "Ini merupakan bentuk kebersamaan. Jangan sampai tidak ada yang bergerak. Rencananya kita juga akan menggunakan mobil kontainer untuk tempat sound system," jelasnya. Dikatakan Tifatul, saat ini Indonesia belum bisa putus hubungan dengan AS karena masih banyak ummat yang mencintai produk-produk AS. "Bila kita secara tiba-tiba memutuskan hubungan dengan AS, kita akan dicurigai dan akan lebih diperlakukan lagi semakin sewenang-wenang. Kita harus bermain high politics dengan AS," tambahnya.Sementara itu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid yang juga mantan presiden PKS punya penilaian sendiri terhadap aksi itu. Menurutnya, bangsa Indonesia harus menunjukan solidaritas ini, bukan hanya kepada keadaan di luar negeri tetapi harusnya solidaritas ini dapat ditujukan juga kepada keadaan di dalam negeri. "Kita masih menghadapi permasalahan gempa bumi alor. Sangat baik bagi ummat Islam menjadi bagian yang kuat untuk menghadirkan solidaritas yang menyeluruh," katanya.Hidayat mengatakan, jangan sampai solidaritas yang timbul adalah sebagai cara untuk memecah ummat. Menyoal soal tindakan AS, Hidayat secara pribadi menyatakan cara efektif untuk menghindarkan terorisme adalah tidak dengan democrazy dan state terorism seperti yang dilakukan AS saat ini. "Tetapi dengan adanya penegakan hukum, memberikan kedaulatan pada rakyat Irak, tidak membohongi rayat sipil, dan tidak menghancurkan masjid-masjid," katanya."Tindakan AS justru akan menghasilkan democrazy dan itu adalah tindakan anarki. Jadi Amerika tidak dapat bilang bahwa penyerangan ke Irak adalah untuk penegakan demokrasi," katanya. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads