Puluhan pengunjuk rasa yang didominasi ibu-ibu berkonvoi mengelilingi kawasan terminal dengan mengikuti mobil yang dilengkapi pengeras suara. Teriakan dan lagu penolakan berulang kali disuarakan bersamaan.
Di bagian lain di sudut terminal, Sri Wahyuni, 20, tampak duduk di deretan bangku tunggu di depan loket-loket terminal AKAP. Ia hanya sendirian dan mengaku sedang menunggu pemberangkatan menuju Solo, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita yang tinggal di daerah Tanah Kusir ini berharap Terminal AKAP Lebak Bulus tidak ditutup. Sebab, jika dipindah ke tiga terminal utama di Jakarta, yaitu Kali Deres, Kampung Rambutan, dan Pulo Gadung, akan menyulitkannya yang suatu waktu kerap pulang kampung.

"Kalau terminal lain lebih jauh. Semoga gak ditutup yang AKAP, tetap di sini," katanya saat ditemui detikcom.
Deni, 21, penumpang lainnya di terminal AKAP, juga keberatan. Ia yang sedikitnya tujuh kali dalam setahun ke luar kota untuk keperluan pekerjaan selama ini menggunakan Terminal Lebak Bulus. "Kalau dipindah ke tempat lain kejauhan," tutur warga Pondok Labu, Jakarta Selatan, ini.
Adapun Yanto, 26, karyawan Perusahaan Otobus Bogor Indah yang memiliki trayek Jakarta-Ponorogo mengatakan, rapat pertemuan dengan pihak Dinas Perhubungan sudah empat kali dilakukan.
Akibat rencana penutupan terminal AKAP ini, jumlah penumpang pada Senin (06/01) menurun drastis. Menurut Yanto, banyak kerugian yang akan dialami oleh pihak PO jika solusinya berupa pindah ke tiga terminal utama. "Penurunan jumlah penumpang," sebut dia kepada detikcom, Senin (06/01).
Agus, karyawan PO Santoso yang memiliki trayek Jakarta-Yogjakarta, juga mengungkapkan hal yang sama. "75 persen penumpang hilang. Hari ini cuma 25 persen. Kita gak hitung lah kerugiannya berapa itu. Kita ada 4 armada, cuma satu yang terisi," ujarnya, Senin (06/01).
Β
Syamsudin Zen, 49, karyawan Bus PO Lur Agung menambahkan penolakan mereka bukan berarti tak mendukung program pembangunan stasiun angkutan massal Mass Rapid Transit (MRT) di Terminal Lebak Bulus, namun mereka hanya menuntut agar direlokasi dengan benar.
Pihak-pihak yang menolak penutupan untuk saat ini bisa bernafas lega. Penutupan yang dijadwalkan dilakukan pada Senin (06/01) malam, akhirnya ditunda. Ketua Koperasi Karyawan Bus Antarkota (Kowanbisata) Terminal Lebak Bulus, Sumardi, menegaskan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sudah berbicara bahwa penutupan ditunda.
"Itu Pak Jokowi langsung yang ngomong dengan saya," kata Sumardi yang mengaku belum tahu penundaan tersebut berlaku hingga kapan.
(brn/brn)











































