Mabes Polri Siap Bagi Data Soal Terorisme dengan Komnas HAM

Mabes Polri Siap Bagi Data Soal Terorisme dengan Komnas HAM

Prins David Saut - detikNews
Senin, 06 Jan 2014 17:46 WIB
Mabes Polri Siap Bagi Data Soal Terorisme dengan Komnas HAM
Jakarta - Mabes Polri berencana memberikan beberapa data temuannya terkait cara berpikir pelaku teroris kepada Komnas HAM. Data itu diharapkan dapat dipergunakan oleh Komnas HAM sebagai sebagai bahan analisa dan masukan.

"Mengenai masalah kaitan cara berpikir mereka dalam konteks relevansinya dengan ajaran agama yang mereka yakini, itu akan kita kirimkan ke Komnas HAM untuk dijadikan bahan masukan," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2014).

Menurut Boy, Komnas HAM adalah mitra Mabes Polri, terutama lembaga tersebut fokus pada penegakan HAM dan berharap kedua lembga ini saling memberikan masukan terutama pada masalah kelompok teroris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena menurut Komnas, tidak mungkin Polri sendiri yang memerangi teroris. Harus ada pemangku kepentingan lain yang dilibatkan. Ya tentunya siapa saja yang berkaitan dengan upaya pencegahan dalam mereduksi tindakan terorisme," terangnya.

Pihak kepolisian juga menemukan tulisan tangan para tersangka yan berisikan rencana-rencana dan cara merangkai bom. "Nanti kita akan kumpulkan semuanya," ucapnya.

Dalam penanganan terorisme, lanjut Boy Rafli, pihak Mabes Polri tetap menghormati pelaksanaan HAM dan menghormati hukum. Namun seringkali pelaku terorisme melakukan tindakan yang membahayakan nyawa masyarakat dan anggota polisi yang ada di lapangan.

"Artinya di sini ada langkah-langkah segera yang harus dilakukan, langkah hukum, semua itu dalam konteks langkah hukum yang memang di dalam pelaksanaannya katakanlah menuntut petugas menggunakan senjata api," jelasnya.

"Tetapi sekali lagi kita menghargai adanya suatu masukan kecurigaan dan sebagainya. Semuanya akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, dapat diukur yang dihadapi adalah kelompok yang menguasai senjata api dan bahan peledak yang siap bahkan ada di antara mereka untuk bunuh diri. Jadi ini ancaman serius," bebernya.

(tfq/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads