"Dulu pernah terjadi penyerangan. Waktu itu Nazar mengerahkan 30 orang untuk menyerang saya," kata Fahd usai bersaksi di Pengadilan Tipikor, Senin (6/1/2014).
Dia mengaku tidak mengetahui alasan penyerangan ini. "Saya juga nggak tahu, tanya sama Nazar lah," ujarnya.
Fahd lantas mengkritik respons cepat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi Nazar yang mengaku mendapat ancaman.
"Kalau Nazar yang ngomong dia diancam dibunuh, langsung LPSK datang buru-buru. Apa karena dia partai penguasa langsung buru-buru datang, langsung pengen diselamatin. Apa karena saya Partai Golkar, makanya saya tidak," keluhnya.
(fdn/rmd)











































