PNS Tua di Jakarta Tak Mau Kalah Sama yang Muda

PNS Dilarang Bawa Mobil

PNS Tua di Jakarta Tak Mau Kalah Sama yang Muda

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 06 Jan 2014 15:27 WIB
PNS Tua di Jakarta Tak Mau Kalah Sama yang Muda
Seorang PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta turun dari kendaraan antar jemput. (foto-detikcom)
Jakarta -

Di salah satu ruas Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat Bambang, 52 (tahun) duduk menunggu salah seorang rekan. Sesekali dia melirik layar di telepon genggam, berharap lekas ada kabar dari sang sohib. Sudah lebih dari 30 menit pegawai negeri sipil golongan IV A di Pemerintah Provinsi DKI itu menunggu.

Tas ransel warna hitam berulang kali berpindah, dari punggung lalu ke pangkuan. “Katanya dia Sudah di parkiran DPRD, ini kok kagak keluar-keluar. Lama banget,” kata Bambang saat ditemui detikcom, Jumat sore (3/1) pekan lalu.

Sekitar sepuluh menit kemudian sebuah mobil jenis Toyota Kijang Innova melintas sambil membunyikan klakson tiga kali persis di depan Bambang. Ia pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Di dalam mobil itu terlihat sudah ada empat PNS selain Bambang yang ikut nebeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka janjian dengan satu mobil yang searah menuju rumahnya masing-masing. Bambang mengaku pada Jumat pagi lalu dia dan beberapa rekan terpaksa telat sampai ke kantor. Maklum jika sebelumnya mereka naik kendaraan pribadi, hari itu harus naik angkutan umum seperti bus Transjakarta dan kereta.

Bambang mengaku telat sekitar 30 menit karena sudah lama tidak naik bus Transjakarta. Hari itu dia berangkat pukul 06.30 dari rumahnya di Lubang Buaya, Pondok Gede, dan baru sampai di Balaikota hampir pukul sembilan lebih.

“Biasa bawa mobil sendiri. Jadi agak bingung naik bus Transjakarta tadi pagi. Makanya nebeng sama temen aja yang searah,” kata dia.

Soal larangan membawa mobil di hari Jumat, ia mengetahui tiga hari sebelumnya. Awalnya dia menduga, larangan itu hanya sekadar gurauan rekan-rekannya. Namun, setelah atasannya memberitahukan langsung, ia pun kaget. Pasalnya, ia mengaku tak biasa naik angkutan umum.

Selain usia yang sepuh, ia mengaku memiliki riwayat penyakit gula. “Saya agak keder kalau naik busway berhentinya. Agak pusing karena lumayan banyak orang di dalam bus,” sebutnya.

Agar bulan depan tidak telat datang ke kantor, Bambang pun berencana sewa ojek atau naik taksi dari rumahnya. Mengeluarkan biaya pribadi tidak masalah asalkan dirinya tidak terlambat sehingga membuat malu. Meski demikian, ia sama sekali tidak ada masalah dengan kebijakan baru ini.

Ia berharap dapat menyesuaikan diri dan belajar lebih disipilin. “Malu kalau sama yang muda-muda. Mereka geraknya cepat, udah nyampe kantor pagi-pagi. Kita juga bisa lah meski agak sepuh dikit,” katanya.

(hat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads