"Keteranganya berubah-berubah," ujar Kepala Puskesmas Jatinegara drg Yeni Restuti di kantornya, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (6/1/2013).
Keteranga Mutia yang sering tidak konsisten itu juga diamini oleh bidan-bidan yang merawatnya. Hal yang paling 'aneh' adalah alasan kedatangannya ke Jakarta. Kepada bidan yang pertama kali merawatnya, Mutia yang mengaku datang dari Surabaya hendak melayat ayahnya yang meninggal di Tambun, Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Mutia juga meminta untuk dipulangkan ke Surabaya. Tidak berapa lama, ibu dari empat ini meminta hanya ingin diantarkan ke Tanah Abang, Jakarta Pusat, ke tempat kawannya.
"Setelah itu berubah lagi meminta dipulangin ke Surabaya," kata Yeni.
Namun Yeni tidak mempermasalahkan identitas Mutia. Pihaknya memberikan pertolongan kepada perempuan itu atas dasar kemanusiaan. Puskemas juga akan menanggung semua biaya pengobatan ibu empat anak itu.
"Biasanya kira-kira 3 hari nanti kita kasih ke Dinas Sosial," ujarnya.
Pada Minggu 5 Januari 2013, di JPO Kebon Pala Mutia melahirkan anak keempatnya ditemani oleh ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Orang-orang di JPO Kebon Pala baru tersadar ketika melihat darah dan seorang bayi yang dipegang oleh Mutia.
Beberapa warga langsung meminta pertolongan ke Puskesmas Jatinegara, 200 meter saja dari lokasi. Akhirnya, Mutia dijemput oleh bidan di Puskesmas Jatinegara pada Minggu pukul 23.30 WIB dengan kursi roda.
(fiq/nrl)











































